Fokus APBD Sumut 2019 untuk Bayar Utang, Ini Komentar Anggota Banggar DPRD Sumut

Bukan berarti APBD itu digunakan untuk membayar utang semua, bagaimanapun ada anggaran rutin.

YouTube Humas Sumut
Edy Rahmayadi saat menyampaikan APBD 2019 akan difokuskan untuk membayar utang 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wacana Edy Rahmayadi terkait fokus APBD Pemprov Sumut 2019 untuk membayar utang pemerintahan sebelumnya menuai reaksi berbagai kalangan.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan pernyataan Edy Rahmayadi jangan menimbulkan kebingungan publik. 

"Bukan berarti APBD itu digunakan untuk membayar utang semua, bagaimanapun ada anggaran rutin. Namun akan ada pengurangan anggaran di beberapa tempat karena fokus untuk membayar utang. Misalnya anggaran untuk infrastruktur 10 menjadi 7," ujarnya,  Minggu (24/2/2019).

Menurut Sutrisno, kebijakan yang dilakukan Pemprovsu tahun ini merupakan akibat dari permasalahan tidak disepakatinya APBD Perubahan 2018 lalu. 

Sehingga utang tahun 2017 yang harusnya dapat dibayarkan pada APBD Perubahan 2018, tidak dibayar dan harus dilunasi pada APBD 2019. 

"Seharusnya bila APBD Perubahan 2018 kemarin itu bisa dicicil. Namun Pak Edy bersikukuh saat itu,"katanya. 

Menurut Sutrisno, saat itu Edy Rahmayadi bersikukuh membangun format baru APBD perubahan 2018, sehingga angka-angka yang telah disepakati dibatalkan sepihak. 

"Kita (DPRD) menolak pembahasan APBD itu karena dokumen yang harusnya telah disepakati dan sudah diparaf disajikan berbeda saat pembahasan," katanya.

Ke depan, Sutrisno berharap Pemprovsu bisa dapat menjelaskan lebih detail terkait fokus pembayaran utang oleh APBD 2019 saat ini. 

Sementara itu Pengamat Politik Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara, Arifin Saleh Siregar meminta kepada semua pemangku kepentingan  agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat secara detail dan jelas. 

"Saya yakin mengenai APBD 2019 itu,tidak hanya dilakukan untuk pembayaran utang saja. Pasti mengenai anggaran rutin juga tidak boleh dikesampingkan. Harus jelas penyampaiannya," katanya.

Menurutnya sosok sekaliber Gubernur Sumatera Utara harus memberikan pernyataan yang clear dan tidak menimbulkan tendensi yang negatif di masyarakat. 

 "Mungkin maksud Pak Edy bukan itu. Tapi harusnya beliau harus lebih jelas menyampaikannya. Masyarakat akan berbeda memahaminya," pungkasnya. 

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi  mengaku tak bisa berbuat banyak untuk pembangunan Sumatera Utara pada 2019.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved