Izin Impor Jatuh Tempo, Kapal Karadeniz Pemasok Listrik Turki Disegel Bea Cukai

Bea Cukai telah menyegel kapal pembangkit listrik Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP) Karadeniz berkapasitas 120 Megawatt

Izin Impor Jatuh Tempo, Kapal Karadeniz Pemasok Listrik Turki Disegel Bea Cukai
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) bersandar di dermaga PLTGU, di Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/5/2017). Kapal pembangkit listrik yang disewa dari Turki dengan panjang 300 meter dan lebar 46 meter berkapasitas 240 MW tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumbagut. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) Cerah Bangun mengatakan, pihaknya telah menyegel kapal pembangkit listrik Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP) Karadeniz berkapasitas 120 Megawatt (MW), di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

"Betul, kita memang segel karena izin impor sementaranya selama tiga tahun sudah jatuh tempo," katanya, seperti yang dilansir Kompas.com Minggu (24/2/2019) pukul 15.45 Wita.

Menurut Cerah, selama ini izin impor kapal tersebut hanya sementara.

"Saat ini izinya sementara diproses. Namun, izinnya bukan diperpanjang tapi didefinitifkan. Jadi impor resmi gitu. Kalau selama ini kan impor sementara namanya. Bisa saja izin impornya selamanya. Dari impor sementara, menjadi impor selamanya. Itu bisa," ujarnya.

Ia menambahkan, kalau ada izin dari pihak PLN bahwa listrik akan terganggu, pihaknya akan memberi izin dipakai dulu.

"Saat ini kapal memang disegel. Tapi biar disegel sebenarnya bisa beroperasi, agar jangan tenggelam, juga bisa memproduksi listrik," ungkapnya.

Soal berapa lama izin impor akan keluar, kata Cerah, tergantung pihak kapal.

"Prosesnya tergantung mereka. Kalau mereka cepat datang, sehari dua hari selesai. Yang berkewenangan terkait kapal ini kan bukan PLN. PLN hanya nyewa ke importir. Bukan PLN punya itu. Kita sudah koordinasi dengan pihak PLN," sebutnya.

Sementara, pihak PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo, telah menyampaikan informasi kepada publik lewat akun Facebook-nya.

Diberitahukan kepada pelanggan PLN di Provinsi Sulut dan Gorontalo terhitung mulai Minggu (24/2/2019) pukul 00.00 Wita, Kapal Pembangkit Sewa di Amurang 120 MW diberhentikan (disegel) untuk sementara waktu oleh pihak Bea Cukai karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi perpanjangan izin impor yang telah habis masa berlakunya.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved