Breaking News:

Pelaku Pembacokan Sering Bawa Kelewang, Polisi: Dia Punya Riwayat Gangguan Jiwa

Delapan hari pasca terjadinya kasus pembacokan Arjun Gea (19) warga yang bermukim di Warnet MDX di Jalan Setia Budi

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Istimewa
Penjaga warnet korban pembacokan akibat perselisihan dengan pegadang gorengan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Delapan hari pasca terjadinya kasus pembacokan Arjun Gea (19) warga yang bermukim di Warnet MDX di Jalan Setia Budi Simpang Pemda, pada Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 23.30 WIB lalu, masih dalam proses penyelidikan petugas kepolisian Polsek Sunggal.

Sebelumnya seorang operator warnet mengalami luka di bagian kepala dan tangan kirinya. Dia mendapat luka usai seorang pria gempal membawa parang lalu mengayunkannya kepada operator warnet secara membabi buta.

Melalui WhatsApp, Minggu (24/2/2019), Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan, hingga kini  pelaku masih dalam pencarian.

"Untuk identitas pelaku sudah kami kantongi. Di mana pelaku bernama Setia Ari Sanjaya Perangin-angin warga Jalan Mesjid, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Selayang," jelasnya.

Perselisihan operator warnet dengan pedagang gorengan
Perselisihan operator warnet dengan pedagang gorengan (Istimewa)

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, sambung Kanit, menurut informasi yang dihimpun dari orang tua pelaku, pada tahun 2016 mengalami gangguan jiwa dan pernah di rawat di RS Jiwa simalingkar kemudian sembuh.

"Pada November 2018, si pelaku berobat jalan di RS Jiwa Simalingkar. Lalu dilakukan kroscek info yang kami terima, ternyata memang benar pelaku punya riwayat gangguan jiwa. Tapi pasca kejadian hingga sampai dengan sekarang pelaku tidak pernah pulang ke rumahnya," kata Kanit

Masih dikatakan Kanit Reskrim, Iptu Syarif Ginting, saat pelaku kumat, ia mau hancuri barang-barang yang ada di rumahnya.

"Si pelaku ini asal pergi-pergi selalu bawa Kelewang dan sajam," ujarnya.

Disinggung apakah pelaku pernah ditahan oleh petugas kepolisian. 

Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Syarif Ginting menjelaskan, kalau untuk itu belum diketahui.

"Kalo itu kami gk tau. Belum kita terbitkan DPO. Kita masih mengimbau kepada ortunya untuk bisa menyerahkan diri. Dan ini masih berupaya orangtuanya untuk mencarinya," pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved