Tersangka Mujianto Hadiri Renovasi Kantor MUI, Kejati : Dia kan Nggak Ditahan, Sah Saja

Sumanggar pun mengaku tidak mengetahui, sampai kapan status tahanan kota Mujianto berakhir.

Tersangka Mujianto Hadiri Renovasi Kantor MUI, Kejati : Dia kan Nggak Ditahan, Sah Saja
TRIBUN MEDAN/HO
Tersangka kasus penipuan (5 kiri) hadiri pendiri renovasi Gedung MUI Kota Medan, Jumat (15/2/2019) lalu.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perkembangan kasus penipuan yang dilakukan pengusaha properti sekaligus filantropi, Mujianto hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut.

Menariknya, Mujianto yang diketahui sebelumnya tidak ditahan karena sakit, sempat hadir dalam kenduri renovasi Gedung MUI Kota Medan baru-baru ini.

Kehadiran Mujianto pada Jumat (15/2/2019) lalu, menurut Kejati Sumut bukan merupakan sebuah pelanggaran.

"Oh, dia (Mujianto) kan memang tidak ditahan, jadi sah-sah aja," ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kepada Tribun Medan (24/2/2019).

Sumanggar pun mengaku tidak mengetahui, sampai kapan status tahanan kota Mujianto berakhir.

"Belum tahu, karena Jaksa M Taufik yang menangani kasus Mujianto lagi diklat. Nanti aku tanya ke dia ya," katanya.

Kejati Sumut tidak mempunyai alasan mengapa hingga kini, Mujianto yang kasusnya telah P21 (lengkap), tak kunjung dilimpahkan ke pengadilan. Sumanggar menambahkan, tidak ada batas waktu pelimpahan Mujianto ke pengadilan mengingat yang bersangkutan tidak ditahan.

"Karna dia kan tidak dilakukan penahanan, kalau dilakukan penahanan baru ada batasannya. Berkasnya udah lengkap, maksudnya pengembangan dari P21 itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Mujianto bersama pemangku jabatan kota Medan lainnya, menghadiri kegiatan kenduri renovasi kantor MUI Medan beberapa hari lalu. Mujianto dari Yayasan Budha Tzu Chi, bahkan didapuk memberikan kata sambutan pada acara tersebut.

Sebagaimana diketahui, Mujianto dan rekannya Rosihan Anwar dijerat dalam kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 3 miliar terhadap Armen Lubis, tidak menjalani penahanan (ditangguhkan) semenjak berkasnya dilimpahkan dari Polda Sumut ke Kejati Sumut

Adapun pertimbangannya, karena Mujianto dalam keadaan sakit infeksi empedu berdasarkan keterangan medis di RS Mount Elisabeth Singapura dan memberikan uang jaminan sebesar Rp3 miliar. Uang jaminan tersebut, nilainya sama dengan kerugian yang diderita oleh A Lubis dalam proyek penimbunan tanah seluas satu hektar di Kampung Salam, Kelurahan Belawan II, Kecamatam Belawan pada Juli 2014 silam.

Mujianto dilaporkan Armen Lubis sesuai STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 atas kasus penipuan dengan kerugian material sebesar Rp3,5 miliar.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved