Ini Kata Erry Nuradi Soal Utang Pemprov Rp 4 Triliun dan Program Bagi-bagi Motor

Mantan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi menepis pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

Ini Kata Erry Nuradi Soal Utang Pemprov Rp 4 Triliun dan Program Bagi-bagi Motor
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Tengku Erry Nuradi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mantan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi menepis pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang menuding era kepemimpinannya di Sumatera Utara meninggalkan utang yang 'menggungunung' sampai Rp 4 Triliun.

Hal tersebut disampaikan Erry saat diwawancarai di Kantor DPW Nasdem, Medan, Senin (25/2/2019). 

Seperti yang diketahui Gubsu Edy Rahmayadi saat ini ingin fokus melakukan pembayaran utang Pemprov dengan APBD Sumut tahun 2019.

"Utang provinsi tidak ada lagi. Namun yang masih ada utang tahun berjalan dan ingat sejak Juni 2018 saya sudah meninggalkan Kantor Gubernur," katanya.

Menurut Ery utang tahun berjalan, terkait Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Kendaraan Bermotor untuk tahu 2018 sebesar Rp 1,7 triliun hngga Rp 1,8 triliun.

"Namun pada 2018, di triwulan I dan II masalah DBH itu sudah diakomodir di APBD. Untuk triwulan III dan IV harusnya di tampung di APBD Perubahan," katanya.

Baca: Pemprov Bayar Tagihan Rp 4 Triliun, Edy Rahmayadi: Kau Besok Mati, Sudah Tak Punya Utang

Erry menyayangkan APBD-P 2018 tidak disahkan. Padahal menurutnya, utang tersebut bisa dibayar dan dilunasi pada tahun tersebut, tepatnya di APBD Perubahan 2018.

Ia juga mengingatkan, bahwa di tahun 2018 pilkada cukup menguras energi dan kas APBD.

"Adanya anggaran 1,2 trilyun untuk pilkada, itu cukup mengganggu keuangan kita," katanya.

Ia juga menepis, adanya indikasi penggunaan DBH PKB tersebut untuk bagi-bagi sepeda motor di era pemerintahannya.

Halaman
123
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved