Breaking News:

Pertanyaan 'Yang Gaji Kamu Siapa' Rudiantara Tak Melanggar Aturan Pemilu, Ini Penjelasan Bawaslu!

Bawaslu telah memeriksa pelapor, saksi, bukti, termasuk terlapor sendiri yang tidak lain adalah Rudiantara.

Editor: Liston Damanik
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara. (TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN) 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo menjelaskan alasan tidak dilanjutkannya kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara soal "yang gaji kamu siapa".

Menurut Ratna, setelah melalui pemeriksaan Bawaslu, Rudiantara terbukti tidak melakukan pelanggaran.

Pernyataan "yang gaji kamu siapa" tidak dapat disebut sebagai kampanye dan tidak terbukti menguntungkan salah satu peserta pemilu.

"Berdasarkan keterangan Rudiantara dan bukti video utuh yang diserahkan pihak terlapor, tak ada maksud atau mengarahkan, atau unsur kampanye dalam kegiatan itu," kata Ratna saat dihubungi, Senin (25/2/2019).

Ratna mengatakan, proses pemeriksaan yang dilakukan pihaknya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Bawaslu telah memeriksa pelapor, saksi, bukti, termasuk terlapor sendiri yang tidak lain adalah Rudiantara.

"Kan berdasarkan proses pemeriksaan yang kami lakukan untuk menyatakan seseorang yang dilaporkan terbukti melakukan pidana atau tidak, ada proses yang harus dilakukan Bawaslu," ujar Ratna.

Atas pemeriksaan tersebut, Bawaslu memutuskan bahwa yang bersangkutan tidak melanggar Pasal 282 dan 283 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Aturan tersebut melarang pejabat negara untuk melakukan tindakan yang menguntunhkan atau merugukan salah satu peserta pemilu selama masa kampanye.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas tuduhan melakukan tindakan yang mengutungkan dan merugikan salah satu peserta pemilu.

Pelapor adalah Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Mereka menuding Rudiantara menguntungkan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf dan merugikan Prabowo-Sandiaga, lantaran menggiring opini publik untuk tidak memilih paslon nomor urut 02.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved