Tamrin Ritonga Ikuti Jejak Pangonal Harahap Diadili di Pengadilan Tipikor Medan

Tim Sukses Pangonal Harahap, Tamrin Ritonga (54) akhirnya mengikuti jejak mantan orang nomor satu di Kabupaten

Tamrin Ritonga Ikuti Jejak Pangonal Harahap Diadili di Pengadilan Tipikor Medan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sidang perdana tim sukses Pangonal Harahap di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (25/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Sukses Pangonal Harahap, Tamrin Ritonga (54) akhirnya mengikuti jejak mantan orang nomor satu di Kabupaten Labuhanbatu itu, untuk diadili dalam dugaan tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Medan

Mengenakan kemeja batik merah, Tamrin tampak fokus mendengarkan seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin Dody Sukmono yang memohon kesempatan untuk pembacaan dakwaan menyatakan perbuatan Tamrin dinilai telah turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya dengan tindak pidana korupsi.

Dody menilai Tamrin Ritonga bersalah telah menerima atau menjadi perantara uang fee proyek sebesar Rp 42.280.000.000,00 dan SGD 218.000 dari pengusaha Effendy Sahputra alias Asiong untuk diberikan kepada Pangonal Harahap.

"Bahwa terdakwa bersama-sama dengan Pangonal Harahap, Abu Yazid (berkas terpisah) dan Umar Ritonga (buron) mengetahui atau setidaknya patut menduga bahwa penerimaan uang yang seluruhnya dari Efendy Sahputra alias Asiong merupakan fee atas pemberian beberapa proyek di Pemerintahan Kabupaten Labuhan Batu Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018 kepada Efendy Sahputra alias Asiong," Dodi Sukmono.

Perbuatan itu, diuraikan JPU, berawal saat Pangonal Harahap meminta Asiong memberikan pinjaman Rp7 miliar guna membayar hutang kepada pengusaha di Kota Medan. Sebagai kompensasinya Asiong akan mendapatkan pekerjaan di Kabupaten Labuhan Batu. Uang tersebut akan diperhitungkan dari bagian fee proyek pekerjaan Tahun 2016 yang nantinya dikerjakan Asiong.

Kemudian pada awal Mei 2016, Pangonal memanggil Supriyono selaku Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Labuhan Batu dan Malikus Wari selaku anggota ULP Kabupaten Labuhan Batu untuk datang ke Rumah Dinas Bupati di Jalan WR. Supratman Rantauprapat. Di sana, Pangonal meminta mereka agar memenangkan Asiong dalam lelang pengadaan proyek pekerjaan jalan Tahun Anggaran 2016.

Selanjutnya pada Juni 2016 dalam proses lelang, Malikus Wari diberikan catatan serta kode angka-angka dari Hasan Heri Rambe orang suruhan Pangonal yang mana maksud dari kode tersebut adalah pemenangan tender untuk perusahaan Asiong, PT Binivan Konstruksi Abadi.

Selanjutnya, Pangonal pun menerima uang dari Asiong melalui terdakwa Tamrin, Abu Yazid dan Umar Ritonga sebagai fee proyek atas pemberian beberapa paket pekerjaan di Kabupaten Labuhan Batu Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp12.480.000.000,00.

Lanjut JPU, pada akhir Februari 2017 terdakwa Tamrin Ritonga selaku Ketua Tim Sukses Pemenangan Pilkada Pangonal Harahap menawarkan paket pekerjaan kepada Asiong dengan perjanjian Asiong harus memberikan dahulu bagian dari fee proyek sebesar 10% dari nilai pekerjaan kepada Pangonal Harahap.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved