Ruko Travel Al Maqbul yang Tipu Jemaah Disegel Polri, Pemilik Resmi jadi Tersangka

Sudah Polda itu bang. Sudah tersangka juga itu. Polda yang menyegel Kantor Travel Al Maqbuul.

Ruko Travel Al Maqbul yang Tipu Jemaah Disegel Polri, Pemilik Resmi jadi Tersangka
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Rumah toko (Ruko) tersangka ā€ˇPemilik Travel Al Maqbuul, Azmi Syahputra akhirnya disegel penyidik Subdit I/Keamanan Negara Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Selasa (26/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Rumah toko (Ruko) ‎Pemilik Travel Al Maqbuul, Azmi Syahputra akhirnya disegel penyidik Subdit I/Keamanan Negara Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

Penyegelan kantor biro perjalanan Umrah dan Haji Al Maqbuul di Komplek Pertokoan, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota dilakukan pasca penetapan Azmi Syahputra menjadi tersangka.

Di ruko berpintu besi warna biru ini, penyidik telah memasang garis polisi warna kuning. Tertera tulisan pada disegel oleh penyidik Ditreskrimum Polda, bukan Polres Binjai yang sebelumnya hanya sebatas menetapkan Azmi sebagai DPO.

Diketahui juga, PT Bank DKI juga menyegel tanah dan bangunan Kantor Travel Al Maqbuul secara bersamaan. Grup pengelola aset khusus PT Bank DKI menyatakan, penyitaan tersebut lantaran bangunan dan tanah telah diagunkan ke pihanya.

"Sudah Polda itu bang. Sudah tersangka juga itu. Polda yang menyegel Kantor Travel Al Maqbuul," jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Wirhan Arif," Selasa (26/2/2019).

Wirhan Arif yang baru menjabat, pasca dua Kasat Reskrim sebelumnya AKP Hendro dan AKP Immanuel menangani kasus ini, membenarkan, Pemilik Travel Al Maqbuul juga terlapor di Polres Binjai. Eka Nurguanti yang melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 5 miliar PT Al Maqbuul Travel pada 12 Agustus 2018 sesuai Laporan Polisi Nomor 446/VIII/2018/SPKT-C.

Penyidik Satreskrim Polres Binjai didahului oleh penyidik Subdit I/Kamneg Res Krimum Polda Sumut dalam menetapkan tersangka kepada M Azmi Syahputra atas pelapor Djumaah Edimara dengan Laporan‎ Polisi Nomor 72/1785/XII/2018/SPKT II pada 28 Desember 2018.

Djumaah mewakili 53 jemaah umrah melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang telah merugikan jemaah ratusan juta. Kendati demikian, Wirhan bilang, Polres Binjai tidak melimpahkan berkas ke Polda Sumut.

"Gak dilimpahkan. Berkas masing-masing. Laporan yang di Polda korban‎nya langsung di sana melapor. Di Polres korbannya adalah pihak ketiga yang merasa dirugikan. Ada LP-nya masing-masing," kata Wirhan.

Diketahui,‎ Kantor Travel Al Maqbuul sempat beroperasi semasa Kasat Reskrim Polres Binjai dijabat AKP Firman Imanuel Perangin-angin pada Oktober 2018 lalu. Meski sudah didemo puluhan jemaah, Travel Al Maqbuul tak peduli dan tetap beroperasi.

Puluhan jemaah yang gagal terbang ibadah haji dan umroh dan ditipui pernah menggeruduk kediaman Azmi di Jalan Kolonel M Ahyar, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota pada akhir Agustus 2018 lalu. Aksi ini dilakukan jemaah karena petugas seakan tutup mata dan membiarkan kasus.

Jemaah geram, lantaran Surat Perintah Penangkapan Nomor 222/VIII/2018/Reskrim juga sudah diterbitkan Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno‎. Dalam SP Kap ini, Azmi melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup atau dipanggil dua kali berturut-turut tidak datang tanpa alasan yang sah.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved