Pengadilan Negeri Medan Tunggu Salinan Mahkamah Agung yang Menguatkan Hukuman Ramadhan Pohan

Humas Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin MH menyampaikan prosedur penegakkan hukum Ramadhan Pohan harus menunggu salinan resmi

Pengadilan Negeri Medan Tunggu Salinan Mahkamah Agung yang Menguatkan Hukuman Ramadhan Pohan
TRIBUN MEDAN
Terdakwa Ramadhan Pohan (tengah) mendapat kawalan penasihat hukumnya dari hadangan pendemo saat berjalan seusai menjalani sidang dengan agenda pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (10/1/2017). Agenda sidang pembacaan eksepsi, terdakwa Ramadhan Pohan disidang terkait kasus dugaan penggelapan uang sebesar Rp15,3 miliar. 

TRIBUN-MEDAN.com-Eksekusi Ramadhan Pohan ke sel penjara, hingga saat ini belum jelas. Pasalnya hingga lebih dari sebulan pascaputusan Mahkamah Agung (MA) pada Januari lalu, salinan kasasi politikus Partai Demokrat tersebut belum diterima oleh pihak Pengadilan Negeri Medan.

Mahkamah Agung (MA) menjatuhi Ramadhan Pohan dengan hukuman 3 tahun penjara. Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim kasasi yang diketuai Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota Wahidin dan Margono itu menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Medan yang menghukum Ramadhan Pohan selama 3 tahun penjara.

Humas Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin MH menyampaikan prosedur penegakkan hukum Ramadhan Pohan harus menunggu salinan resmi, meski pihak Ramadhan Pohan sudah menerima salinan secara eksternal dari Mahkamah Agung.

"Salinan resmi untuk melakukan eksekusi adalah salinan yang dikeluarkan MA melalui Pengadilan Negeri Medan. Jadi kalau dia (Ramadhan Pohan) ada meminta salinan ke MA, tetap saja yang resmi adalah dari Pengadilan Negeri Medan dengan bubuhan tanda tangan dan stempel," ujar Jamaluddin MH di ruangannya, Rabu (27/2/2019) siang.

Disinggung bahwa putusan MA sudah dikeluarkan hampir satu bulan yang lalu, tetap saja, oleh Jamaluddin, bahwa prosedur hukum hanya melalui Pengadilan Negeri.

"Jadi setelah kita terima, baru kita terbitkan relaas (surat panggilan) ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk menjalankan amar putusan MA. Walau sudah mengetahui dari berita-berita, tetap eksekusi harus menunggu salinan resmi," tegasnya.

Wali Kota Medan Dukung SMEcK Hooligan Tes Urine

Kadispora Medan dan Ketua PWI Buka Turnamen Futsal Watak Mu 2019 Meriahkan Hari Pers Nasional

Vladimir Keluar Rumah Sakit dengan Pisau Tertancap di Punggung karena Pengin Merokok, Ini Videonya

Mahfud MD Dukung Polisi Proses Kasus Emak-emak Relawan Prabowo-Sandiaga yang Fitnah Jokowi

Terhadap proses penyerahan salinan Kasasi MA ke Pengadilan menghabiskan waktu berlarut-larut, Jamaluddin tak bisa memastikan. "Kalau lewat sebulan itu masih baru. Biasa," cetusnya.

Diketahui dalam perkara ini, Mahkamah Agung (MA) menjatuhi Ramadhan Pohan dengan hukuman 3 tahun penjara. Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim kasasi yang diketuai Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota Wahidin dan Margono itu menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Medan yang menghukum Ramadhan Pohan selama 3 tahun penjara.

Sementara di pengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri Medan) Ramadhan hanya dijatuhi hukuman 1 tahun 3 bulan penjara.

Perempuan Tipu dan Rampok Mantan Pacar untuk Biaya Pesta Pernikahannya

Puluhan Warga Labura Diduga Keracunan Makanan setelah Menyantap Mie Rebus

Ramadhan Pohan dinyatakan bersalah melanggar Pasal 378 jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo pasal 65 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan ‎sebesar Rp 15,3 miliar terhadap korbannya, bernama Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar dan Rotua Hotnida Simanjuntak.

Setelah Dicekoki Video tak Senonoh, Pemilik Pondok Pesantren Cabuli Santri Berusia 15 Tahun

 7 Fakta Lebah Raksasa Asal Maluku, Bernilai Tinggi Namun Tak Ada di Museum Indonesia

Perkara penipuan ini terjadi menjelang Pilkada serentak pada pengujung 2015. Korban mengaku terbujuk rayu dan janji hingga mau memberikan uang sebesar Rp15,3 miliar untuk kepentingan Ramadhan Pohan, yang maju calon Wali Kota Medan 2016-2021.

Pengantin yang Gelar Pernikahan di JW Marriott Medan Berkesempatan Liburan ke Bali

Emak-emak Galang Kemajuan Ladies Pendukung Jokowi-Amin Geruduk Pasar Sidikalang

Ramadhan dan Savita Linda selaku Bendahara Pemenangannya di Pilkada Medan 2016 mengiming-imingi korban dengan sejumlah persentase keuntungan.

Untuk meyakinkan korban, Ramadhan Pohan meninggalkan cek kepada Laurenz. Ternyata saat akan dicairkan isi rekeningnya hanya sekitar Rp 10 juta.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved