Hakim Perintahkan Jaksa Tahan Direktur CV AKU, Terdakwa Korupsi Tugu Mejuah-Juah

Terdakwa dugaan korupsi Tugu Mejuah-mejuah Kabupaten Karo Roy Hefry Simorangkir mengerutkan dahi

Hakim Perintahkan Jaksa Tahan Direktur CV AKU, Terdakwa Korupsi Tugu Mejuah-Juah
Tribun Medan/Alija Magribi
Terdakwa dugaan Korupsi Tugu Mejuah-mejuah Direktur CV AKU Roy Hefry Simorangkir jalani sidang perdana 

TRIBUN-MEDAN.com - Terdakwa dugaan korupsi Tugu Mejuah-mejuah Kabupaten Karo Roy Hefry Simorangkir mengerutkan dahi usai mendengar dirinya diminta Majelis Hakim untuk ditahan ke Rutan. Sontak, raut wajah pengusaha 38 itu pun tampak kecewa.

Keputusan nahas untuk Direktur CV Askonas Konstruksi Utama (AKU) tersebut, diucapkan Hakim Ketua Achmad Sayuti pada persidangan yang berlangsung di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (28/2/2019) sore.

"Demi kepentingan penegakkan hukum dalam perkara ini, memerintahkan jaksa penuntut umum untuk menahan terdakwa dan menitipkannya ke Rumah Tahanan (Rutan)," ujar Ahmad Sayuti terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendrianto.

Menyahuti permintaan hakim, Hendrianto mengaku siap melaksanakan perintah majelis hakim. Namun ia belum tahu, kapan kepastian penahanannya.

"Akan segera kita lakukan eksekusi ke rutan. Untuk kapannya, tentu kita akan koordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan," kata Hendrianto usai sidang.

Sebelumnya dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU Hendrianto, terdakwa Roy Hefry Simorangkir, sebagai rekanan dalam proyek pembangunan Tugu Mejuah-juah, telah menayalahgunakan wewenangnya dengan melakukan perbuatan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 605 juta lebih.

"Hal itu sebagaimana tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Negara Atas Pekerjaan Pembuatan Bangunan Tugu/Tanda Batas Tugu Mejuah-Juah BPK RI Nomor : 48/LHP/XXI/07/2018 tanggal 13 Juli 2018," urai JPU.

Dijelaskan Hendrianto, dana yang dianggarkan untuk pembangunan Tugu Mejuah-juah adalah sebesar Rp 700 juta sebagaimana yang sudah disahkan pada Mei 2016. Namun, dalam pengerjaan proyek itu terdapat kekurangan volume pengerjaan.

Akibatnya pelaksanaan pekerjaan tugu Mejuah-juah sama sekali tidak dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat karena pembuatannya belum selesai seratus persen, sehingga tujuan pembuatan Tugu Mejuah-juah yang seharusnya menciptakan ikon pariwisata baru di Karo dengan landscape perbukitan yang dapat menjadi ikon bagi pariwisata tidak tercapai.

Dalam perkara ini, Roy Hefry Simorangkir didakwa melakukan tindak pidana dalam Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-undang RI No. 31 Tahun 199 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Usai membacakan dakwaan, terdakwa berencana akan mengajukan eksepsi pada persidangan yang akan dilanjutkan pada pekan depan.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus korupsi ini, tiga orang lain yang sebelumnya sudah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Karo, telah memenangi gugatan Prapieradilan atas penetapan tersangka dalam dugaan korupsi pada kasus yang sama di Pengadilan Negeri Kabanjahe.

Ketiga tersangka, yakni Kepala Dinas Perkim Pemkab Karo, Chandra Tarigan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Radius Tarigan serta pekerja proyek, Edi Perin Sebayang. Bahkan, majelis hakim PN Kabanjahe meminta agar Kejari Karo menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk ketiganya.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved