JPPR Sumut: Kericuhan di Tebing Tinggi Diduga Akibat Banyak Ujaran Kebencian Jelang Pemilu

Baginya hal itu imbas dari seringnya pihak-pihak tertentu menyampaikan ujaran ataupun hasutan

JPPR Sumut: Kericuhan di Tebing Tinggi Diduga Akibat Banyak Ujaran Kebencian Jelang Pemilu
TRIBUN MEDAN/HO
Koordinator Daerah Sumatera Utara JPPR, Darwin Sipahutar (tengah). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Sumatera Utara, Darwin Sipahutar mengatakan kericuhan yang terjadi di Tebing Tinggi beberapa waktu lalu memiliki indikasi tingginya tensi jelang pemilu.

Aksi sekelompok warga yang berupaya membubarkan acara Tabliq Akbar dan Tausiah serta pelantikan pengurus IPNU dan IPPNU yang menjadi agenda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (Haul) Nadhlatul Ulama (NU) ke 93 di Tebing Tinggi itu kata Darwin sarat muatan politik.

Baginya hal itu imbas dari seringnya pihak-pihak tertentu menyampaikan ujaran ataupun hasutan untuk membenci institusi tertentu di Sumatera Utara.

"Selama ini terlalu banyak hasutan-hasutan ujaran kebencian yang disuarakan. Dan efeknya adalah kejadian yang terjadi di Tebing Tinggi kemarin," katanya saat ditemui di Medan, Kamis (28/2/2019).

Darwin mengaku prihatin melihat berbagai upaya yang dilakukan oleh para politisi untuk memenangkan kontestasi Pemilu 2019.

Menurut Darwin akhir-akhir ini sering dibuat acara yang berisi hasutan untuk tidak mempercayai penyelenggara pemilu.

"Karena disitu sudah dibentuk opini untuk melawan kriminalisasi dan kecurangan pada pemilu. Pertanyaannya adalah kriminalisasi dan kecurangan yang mana? pemilu kan belum digelar?. Nah narasi-narasi seperti ini yang menurut kami pantas diduga sebagai bentuk hasutan," sebutnya.

Masih berkaitan dengan dugaan hasutan, Darwin menyebutkan dalam beberapa kegiatan pertemuan yang melibatkan kelompok tertentu, juga sering muncul upaya-upaya untuk menghasut peserta membenci salah satu institusi.

"Pada kegiatan apel siaga 222 di Masjid Raya Jumat lalu, saya mengkritik Romo Syafii yang menuding adanya intimidasi yang dilakukan oleh aparat. Bahkan beliau menyampaikan akan membuat perhitungan. Ini kan pernyataan yang bisa memunculkan opini yang salah ditengah masyarakat," ujarnya.

Menurut Darwin, hal-hal seperti ini akan menimbulkan dampak yang sangat luas ditl tengah masyarakat terutama pada tahun politik jelang Pemilu 2019 ini.

Karenanya ia berharap, pihak kepolisian harus melihat kondisi ini dan segera melakukan langkah pencegahan agar hasutan-hasutan seperti ini tidak membuat kondusifitas masyarakat menjadi terancam.

(gov/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved