Ngopi Bareng Warga di Warung Nainggolan, Djarot Prediksi Jokowi Menang Besar di Pematangsiantar

Warung Nainggolan ini memang cukup terkenal sebagai tempat berkumpulnya politisi, akademisi, bahkan pejabat Pemko Siantar.

Ngopi Bareng Warga di Warung Nainggolan, Djarot Prediksi Jokowi Menang Besar di Pematangsiantar
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat ngopi bareng warga di Warung Kopi Nainggolan Kota Pematangsiantar, Jumat (1/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Kota Pematangsiantar, Jumat (1/3/2019). Djarot bersama dengan rombongan menyempatkan ngopi di Warung Kopi Nainggolan, Jalan Gereja, Kota Siantar.

Warung Nainggolan ini memang cukup terkenal sebagai tempat berkumpulnya politisi, akademisi, bahkan pejabat Pemko Siantar.

Calon Legislatif DPR-RI Daerah Pemilihan III Sumut ini berbincang dengan pengunjung warung. Banyak yang maminta untuk berwefie.

Mantan Wali Kota Blitar ini mengapresiasi tingginya rasa toleransi di Kota Siantar. Ia mengungkapkan warga Siantar yang majemuk telah mengaplikasikan ideologi Pancasila.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyinggung tentang kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019.

Ia mengharapkan penyelanggara pemilu gencar melakukan sosialisasi dan simulasi dalaam pemilihan legislatif. Katanya, banyak pastisipasi yang belum mengetahui tata cara memilih dengan benar.

Pekerja RS Sari Mutiara Mengaku Belum Digaji dan Terima Pesangon, Diminta Mundur bila Menuntut Hak

Marah Dianggap Miskin, Zainal Gunting Tas Luis Vuitton Berharga Rp 98 Juta di Depan Penjaga Toko

Viral, Emak-emak Jakpus Ngamuk karena Motornya Terjaring Penertiban Parkir Liar

Inilah Hamza Bin Laden, Putra Osama Bin Laden, Teroris yang Diburu Amerika, Dihargai Rp 14 Miliar

"Bawaslu dan KPU perlu menerapkan terus sosialisasi dan simulasi pemilihan Pileg. Pileg ini rumit. Karena surat suaranya lebar dan banyak,"ujarnya.

Dijelaskan Djarot, pernah melakukan survei terhadap pemilih usia 50 tahun ke atas. Katanya, banyak pemilih yang membuat surat suara rusak. Pemilih tidak membuka surat suara selebar mungkin, sehingga tertusuk mengenai kolom lain.

WALHI Minta Bank Of Cina Hentikan Pendanaan untuk Pembangunan PLTA Batang Toru

Tolak Tandatangani Surat Perpanjangan Penahanan, Pengacara: Ahmad Dhani Harus Bebas 2 Maret

Alfamart Medan Mulai Berlakukan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG), Indomaret Masih Gratis

Saat disinggung tentang minimnya Alat Peraga Kampanye dan Bahan Kampanye miliknya di Kota Siantar, Djarot mengaku terkendala faktor materi.

"Memang kita tidak main di baliho dan billboard. Karena biayanya mahal. Lebih baik sentuh hatinya rakyat. Karena biayanya mahal. Makanya kami turun," ujarnya sembari mengatakan sudah turun ke Batubara, Simalungun, Asahan, dan Dairi.

STIMIK Triguna Dharma Kini Miliki Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di Bidang Kewirausahaan

VIDEO: Pegawai RS Sari Mutiara Demo karena Menerima Upah di Bawah UMK

Respons Mahfud MD setelah Dituding Akun @KakekKampret_ Terima Mobil Mewah dari Pengusaha Besi

Djarot mengharapkan warga Siantar yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi tidak menggunakan Politik SARA. Apalagi, kepentingan politik dijalankan di rumah ibadah.

"Kita ini bersaudara jangan gunakan politik SARA. Jangan gunakan kepentingan politik di rumah ibadah terutama di masjid," katanya.

Djarot juga memprediksi untuk kemenangan Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo - Ma'aruf Amin di Kota Siantar sebanyak 75 persen.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved