Pekerja RS Sari Mutiara Mengaku Belum Digaji dan Terima Pesangon, Diminta Mundur bila Menuntut Hak

Ancaman yang dirinya maksud adalah, jika para pegawai menuntut hak-hak maka diminta mengundurkan diri tetapi tidak di-Putus Hubungan Kerja (PHK).

Pekerja RS Sari Mutiara Mengaku Belum Digaji dan Terima Pesangon, Diminta Mundur bila Menuntut Hak
TRIBUN MEDAN/Satia
Ketua Serikat Pekerja Multi Sektor Sari Mutiara (SPMS-Sari Mutiara), Suaidah saat ditemui di Kantor Disnaker Provinsi Sumut, Jalan Asrama, Kota Medan, Jumat (1/3/2019). 

TRIBUN MEDAN.com-Ketua Serikat Pekerja Multi Sektor Sari Mutiara (SPMS-Sari Mutiara), Suaidah mengatakan, ada 300 lebih kurang pegawai Rumah Sakit (RS) Sari Mutiara yang masih ditahan gaji hingga pesangonnya.

Prihal ini dikatakanya saat bertemu di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara, Jalan Asrama, Kota Medan, Jumat (1/3/2019).

Suaidah menyampaikan, para pegawai juga sering mendapatkan ancaman dari RS Sari Mutiara. Ancaman yang dirinya maksud adalah, jika para pegawai menuntut hak-hak maka diminta mengundurkan diri tetapi tidak di-Putus Hubungan Kerja (PHK).

"Selalu kami mendapatkan tekanan, kalau kalian menuntut hak kalian, kalian akan dikeluarkan, kalau kalian tidak senang dengan rumah sakit ini kalian keluar aja.  Ancamannya dipecat tetapi tidak dijelaskan bagaimana kami tidak apakah," katanya.

Saat ini juga, para pegawai tidak mengetahui apa statusnya, masih berkerja di RS itu atau tidak. Suaidah mengucapkan, jika masih bekerja tapi rumah sakit saja sudah tidak beroperasi lagi semenjak Januari tahun 2019.

Marah Dianggap Miskin Zainal Gunting Tas Luis Vuitton Berharga Rp 98 Juta di Depan Penjaga Toko

Viral, Emak-emak Jakpus Ngamuk karena Motornya Terjaring Penertiban Parkir Liar

Inilah Hamza Bin Laden, Putra Osama Bin Laden, Teroris yang Diburu Amerika, Dihargai Rp 14 Miliar

Alfamart Medan Mulai Berlakukan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG), Indomaret Masih Gratis

WALHI Minta Bank Of Cina Hentikan Pendanaan untuk Pembangunan PLTA Batang Toru

"Kami juga terombang-ambing tidak jelas status kami seperti apa saat ini, masih pekerja kah? Tapi pasien sudah tidak ada lagi yang berobat di sana. Tidak dijelaskan kepada kami apakah mau diphk atau bagaiaman, tidak ada kejelasan dari owner," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industri (HI), Maruli Silitonga masih menampung seluruh aspirasi dan keluhan dari para pegawai RS Sari Mutiara untuk kemudian dapat ditindaklanjuti.

Maruli mengatakan, menurutnya tidak bisa langsung menurut rumah sakit bersalah, karena harus ada proses-proses lebih lanjut.

Tolak Tandatangani Surat Perpanjangan Penahanan, Pengacara: Ahmad Dhani Harus Bebas 2 Maret

"Masalah ketenagakerjaan bukan penindakan hukum, kita mencoba perundingankan ini. Awalnya ada pengaduan tidak dibayarkan hak-hak," kata Maruli.

STIMIK Triguna Dharma Kini Miliki Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di Bidang Kewirausahaan

VIDEO: Pegawai RS Sari Mutiara Demo karena Menerima Upah di Bawah UMK

Masih kata Maruli, sebelumnya para pegawai RS Sari Mutiara sudah menyampaikan permasalah ini di Disnaker Kota Medan, tetapi tidak ada upaya-upaya atau tindakan yang bisa dilakukan makanya menuntut ke Provinsi.

Untuk ke depanya, apabila tidak ada titik temu antara para pegawai dan RS Sari Mutiara, pihak Disnaker Sumut akan membawa ini hingga Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Respons Mahfud MD setelah Dituding Akun @KakekKampret_ Terima Mobil Mewah dari Pengusaha Besi

Faisal Walad Harna Ubah Koran Bekas jadi Karya Seni Khas Sumatera Utara, TONTON VIDEONYA. .

"Antara provinsi dengan kota medan, masalah PHK sudah disampaikan ke Medan, dan sudah keluar anjuran, berarti kota Medan tidak bisa mengeluarkan hasil.
Makanya harus diajukan ke pengadilan," ucapnya

(Cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved