Tolak Tandatangani Surat Perpanjangan Penahanan, Pengacara: Ahmad Dhani Harus Bebas 2 Maret

Masa penahanan pentolan Grup Band Dewa 19 itu arusnya habis pada 2 Maret mendatang.

Tolak Tandatangani Surat Perpanjangan Penahanan, Pengacara: Ahmad Dhani Harus Bebas 2 Maret
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Ahmad Dhani usai sidang kasus Vlog Idiot di PN Surabaya, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SURABAYA - Pengadilan Tinggi DKI memperpanjangpenahanan Ahmad Dhani selama 60 hari ke depan.

Namun, Ahmad Dhani disebut menolak menandatangani surat perpanjangan penahanan tersebut.

Hal itu diungkap Sahid SH, kuasa hukum Ahmad Dhani, saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2019).

"Mas Ahmad Dhani menolak tandatangan karena tidak memiliki dasar hukum," kata Sahid.

Masa penahanan pentolan Grup Band Dewa 19 itu, kata Sahid, harusnya habis pada 2 Maret mendatang.

Dia ditahan berdasarkan ketetapan Pengadilan Negeri DKI setelah divonis 1,5 tahun atas kasus ujaran kebencian oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca: Ketika Rekannya Minta PNS dan TNI Kepada Jokowi, Marinus Malah Minta Jalan di Kampungnya Diperbaiki

Baca: Mia Khalifa Terkena Bola Hoki Hingga Implannya Pecah, Operasi Perbaikan Dada Berlangsung Sukses

Baca: Bayi Terkecil di Dunia Lahir di Jepang, Beratnya 268 Gram dan Dilahirkan setelah Dikandung 24 Minggu

"Atas nama hukum, Ahmad Dhani harus bebas pada 2 Maret nanti. Jika tidak dibebaskan berarti ada pelanggaran HAM terhadap Ahmad Dhani," ujar Sahid.

Perpanjangan penahanan tersebut, menurutnya tidak lazim, karena Ahmad Dhani tidak sedang dalam proses sidang. Sementara, sidang di Surabaya adalah perkara lain.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebelumnya memperpanjang masa penahanan terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani.

Penahanan pria yang saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, itu diperpanjang hingga 60 hari ke depan.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved