Breaking News:

Gerai Retail Mulai Terapkan Kantong Plastik Berbayar, Ini Tanggapan Warga Kisaran

Mulai berlakunya penggunaan plastik berbayar di sejumlah gerai retail di Kisaran, Kabupaten Asahan

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Konsumen Alfamidi, Betsheba menunjukkan kantong plastik belanjaannya di Alfamidi. Alfamidi akan berlakukan KPTG (Kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Mulai berlakunya penggunaan plastik berbayar di sejumlah gerai retail di Kisaran, Kabupaten Asahan mendapat tanggapan dari masyarakat.

Sebagian masyarakat ada yang tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut, dan ada pula yang merasa keberatan dengan penerapan kantong plastik berbayar ketika berbelanja di gerai ritail.

Halim Murdani, warga Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur ini mengaku tidak merasa keberatan dengan kebijakan tersebut, meski ia sendiri belum mengetahui adanya penerapan kantong plastik berbayar sejak 1 Maret 2019.

Ia berharap, uang dari pembelian kantong plastik hendaknya dipergunakan untuk pengelolaan limbah sampah plastik.

"Kami belum tau. Tapi kalau pun sudah diterapkan kami disini biasa aja. Asalkan kalau uangnya untuk pengolahan sampah plastik," kata Halim, Sabtu (2/3/2019).

Menurutnya, langkah yang dilakukan gerai retail itu sudah tepat demi mengurangi penggunaan kantong plastik.

"Kadang emak-emak kalau belanja di pajak, nggak muat kantong plastik. Dia beli kantong plastik besar harga Rp 1000. Bahkan pake goni," ungkapnya.

Berbeda dengan Halim, Donni Damara, warga Kisaran Barat mengaku sangat keberatan dengan langkah yang diambil beberapa gerai retail yang ada di Kisaran, Kabupaten Asahan.

"Udah tahu, kemarin belanja di Indomaret Jalan Sisingamangaraja, plastiknya bayar kalau nggak salah Rp 1.000. Bagi kami berat lah, kalau belanja plastik pun harus bayar. Setelah itu, bakal kurangi belanja ke sana, bagus di warung-warung biasa," ujarnya.

Apalagi, berdasarkan pengalaman berbelanja di gerai retail di Kisaran, sejumlah kasir sering mengganti uang recehan untuk kembalian dengan permen.

"Udah gitu sering kali uang kembalian dengan permen, kan nggak ada undang-undang kembalian diganti sama permen. Kok ini malah ditambah plastik berbayar lagi. Kalau bisa jangan memberatkan masyarakat," keluhnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved