Edisi Cetak Tribun Medan

Penduduk Miskin Sumut Berkurang 33 Ribu Jiwa, Peringkat Ke-18 Secara Nasional

Sumut menempati peringkat ke-18 dari 34 provinsi di Indonesia terkait jumlah penduduk miskin.

Penduduk Miskin Sumut Berkurang 33 Ribu Jiwa, Peringkat Ke-18 Secara Nasional
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Husni digubuk miliknya yang ada di hutan Desa Bangun Purba, Kecamatan Bangun Purba, Deliserdang Selasa, (26/2/2019). 

Ia mengungkapkan, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibanding peranan komoditi bukan makanan. Pada September 2018, komoditi makanan menyumbang 76,10 persen pada garis kemiskinan.

"Pada September 2018, secara rata-rata satu rumah tangga miskin di Sumut memiliki 5,38 anggota rumah tangga," ungkapnya.

Ia menuturkan, persoalan kemiskinan bukan sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

"Indeks kedalaman kemiskinan mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauh atau mendekati garis kemiskinan. Indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin," tuturnya.

Ia menambahkan, indeks kedalaman kemiskinan turun dari 1,562 pada Maret 2018 menjadi 1,459 pada September 2018. Indeks keparahan kemiskinan juga turun dari 0,407 menjadi 0,333 pada periode yang sama.

"Faktor-faktor yang terkait dengan tingkat kemiskinan di Sumut periode Maret-September 2018, yaitu deflasi 0,09 persen, dan harga eceran komoditas penting relatif stabil," katanya.

Ia mengatakan, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan pada Agustus 2018, dan pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,73 persen pada triwulan I 2018 menjadi 5,43 persen pada triwulan III 2018.

Pada Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Sumut sebanyak 1.324,98 ribu jiwa atau 9,22 persen terhadap total penduduk.

"Ada penurunan jumlah penduduk miskin 1,6 ribu jiwa atau persentase turun 0,06 poin," katanya.

Ia menerangkan, jumlah penduduk miskin Sumut yang berada di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebanyak 694,85 ribu jiwa, dan di daerah perdesaan sebanyak 630,13 ribu jiwa.

"Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang tinggal pada masing-masing daerah tersebut, maka persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sebesar 9,15 persen, sedangkan di daerah perdesaan sebesar 9,30 persen," katanya. (pra)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved