Tersangka Pemalsuan Tanah Grand Sultan di Lahan Tol Medan-Binjai Segera Disidangkan

Jamaluddin MH membenarkan berkas perkara tersangka dugaan pemalsuan tanah Grand Sultan

Tersangka Pemalsuan Tanah Grand Sultan di Lahan Tol Medan-Binjai Segera Disidangkan
TRIBUN MEDAN/AZIS HUSEIN HASIBUAN
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Dirkrimum Kombes Andi Rian dan Kakanwil BPN Sumut Bambang Priono saat menggelar kasus mafia tanah, Rabu (26/12/2018). Dalam kasus ini, ada empat tersangka yang memalsukan grand sultan pada proses pembangunam tol Medan-Binjai. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Humas Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin MH membenarkan berkas perkara tersangka dugaan pemalsuan tanah Grand Sultan telah diterima pihaknya untuk segera disidangkan. 

Ia mengatakan, rencananya perkara tersebut mulai disidangkan minggu depan.

"Untuk perkara itu, sudah kita terima pada Jumat sore. Berkasnya kemarin masih sama pak ketua. Kalau sudah masuk, berarti tidak lama lagi akan segera disidang. Bisa jadi dalam minggu ini," ucap Jamaluddin, Minggu (3/3/2019).

Ia menguraikan, berkas perkara yang mereka terima yakni atas nama tersangka Afrizon, selaku pengacara, kemudian dari Kesultanan Deli, Tengku Awaluddin Taufiq dan Tengku Isywari. Ketiganya dalam berkas terpisah.

"Tiga yang sudah kita terima, nomor perkaranya 617, 618 dan 619. Sedangkan untuk berkas yang satu lagi belum kita terima. Karena yang kita dengar orangnya sakit, jadi sementara dia dibantarkan. Jadi berkasnya belum dikirim," kata Jamaluddin.

Ditambahkan Jamaluddin, untuk menyidangkan para pelaku, tiga hakim sudah ditetapkan oleh PN Medan. Ketiganya yakni, hakim Dominggus Silaban, Somadi dan Riana Pohan.

"Mereka tiga inilah timnya. Tapi saya belum tahu siapa yang jadi ketua majelisnya," jelas Jamaluddin.

Terungkapnya kasus ini, atas laporan Hadral Aswad Bauty SH.M.Kn dan Kantor Pertanahan Kota Medan, dengan bukti pengaduan No.LP/1467/X/2018/SPKT II tanggal 26 Oktober 2018.

Polda Sumut kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Afrizon,Tengku Awaluddin, Tengku Isywari dan Tengku Azan Khan. Namun, Tengku Azan Khan tidak dilakukan penahanan karena sakit stroke.

Para pelaku ditangkap Polda Sumut karena dugaan pemalsuan tanah Grant Sultan, di Desa Tanjungmulia Hilir, Medan Deli, Medan. 

Para pelaku melakukan gugatan perdata menggunakan surat tanah Grand Sultan palsu. 

Akibatnya, pembangunan jalan tol Medan-Binjai menjadi terhambat.

Modus para pelaku yakni dengan memalsukan foto kopi dokumen Grand Sultan atas lahan tersebut. 

Selanjutnya, mereka meminta keterangan dari BPN, tapi surat jawaban BPN kemudian dipalsukan, lalu menempelkannya pada dokumen yang dibuat sendiri.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved