Derita Nadya Tangan Kanan Harus Diamputasi Diduga Akibat Malapraktik

Nadya Syafitri tidak pernah menyangka sama sekali hal buruk akan menimpanya. Pascakecelakaan sepeda motor 22 Januari 2019 lalu

Derita Nadya Tangan Kanan Harus Diamputasi Diduga Akibat Malapraktik
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Nadya Syafitri saat ditemui dikediamannya. 

“Saya benar-benar syok, awalnya benar-benar tidak mau diamputasi karena saya pasti akan kehilangan cita-cita saya. Masih banyak yang ingin saya lakukan dan kalau diamputasi bagaimana dengan saya ke depan,” ungkapnya sembari menghapus air matanya.

Ia benar-benar tidak habis pikir karena kesalahan penanganan yang didapatnya saat di Rumah Sakit Pirngadi harus membuatnya kehilangan tangan kanannya untuk selamanya.

“Saya tidak berencana menuntut walau banyak yang bilang bahwa saya berhak menuntut, namun saya tidak habis pikir kenapa semua ini terjadi pada saya. Apalagi waktu ke Pirngadi itu saya tidak menggunakan BPJS tetapi umum,” jelasnya.

Ia benar-benar kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit tersebut, apalagi ketika ia datang kondisinya benar-benar parah karena tangan kanannya yang berdarah akibat terlindas truk dan penanganan yang ia dapatkan malah membuatnya harus kehilangan tangannya.

“Saya kemudian bercerita di sosial media karena saya merasa sangat terpuruk dan kecewa dengan pelayanan dari tim medis di rumah sakit itu dan berharap tidak ada yang mengalami nasib yang sama dengannya,” katanya.

Nadya harus melewati tiga kali operasi, yang pertama yaitu operasi amputasi, kedua operasi pengangkatan kelenjar-kelenjar dan yang ketiga ia harus operasi pencangkokan kulit paha untuk kulit tangannya yang telah diamputasi tersebut. 

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Pirngadi Medan saat dikonfirmasi Tribun terkait kejadian yang menimpa Nadya Syafitri mengaku belum mengetahui dan akan melakukan pengecekan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

“Akan kita cek dahulu apakah sempat opname di ruangan mana dan akan kita tindaklanjuti ke pelayanan medis,” ujar Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr. Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin saat dihubungi melalui Whatapps, Minggu (3/3/2019).

Ia mengatakan, setelah mendapatkan dari tim medis dan juga pelayanan, akan segera diinformasikan apa sebenarnya yang dialami Nadya tersebut.

“Akan saya tindaklanjuti ke pelayanan, kita sama-sama menunggu dari mereka,” katanya. 

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved