Menteri Sofyan Djalil Bagikan Sertifikat di Deliserdang, Bisa Digunakan Modal Usaha

Sofyan A Djalil menyerahkan sertifikat tanah kepada 1.200 warga Deliserdang di aula Kantor PTPN II

Menteri Sofyan Djalil Bagikan Sertifikat di Deliserdang, Bisa Digunakan Modal Usaha
TRIBUN MEDAN/HO
Menteri ATR/BPN Sofyan D Djalil saat pembagian sertifikat tanah di Kantor BPN Deliserdang, Minggu (3/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Sofyan A Djalil menyerahkan sertifikat tanah kepada 1.200 warga Deliserdang di aula Kantor PTPN II Tanjungmorawa, Minggu (3/3/2019).

Jumlah sertifikat tanah yang diserahkan itu terdiri dari 300 sertipikat untuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019, kegiatan Redistribusi Tanah tahun 2018 sebanyak 16 sertifikat, kegiatan Konsolidasi Tanah 80 sertifikat dan kegiatan PTSL 2018 sebanyak 804 sertifikat.

Dalam sambutannya, Sofyan A Djalil menyampaikan, pendataan tanah oleh pemerintahan Jokowi telah berjalan dua tahun lebih dan telah mencapai target yang telah ditentukan.

“Sertifikat tanah sangat penting dan menjadi salah satu pondasi utama suksesnya pembangunan,” kata Sofyan.

Dia juga menepis anggapan bahwa pembagian ini merupakan pencitraan semata.

Menurut Sofyan kepastian status tanah warga adalah hak rakyat yang harus dilaksanakan pemerintah. Bahkan, di beberapa negara-negara maju, sertifikat dan pendataan tanah ini telah tuntas puluhan atau ratusan tahun lalu.

Kemudian, kata Menteri, yang tidak kalah pentingnya bahwa dengan sertifikat ini selain meredusir konflik pertanahan, juga menjadi sumber modal masyarakat untuk mendapatkan permodalan di bank secara lebih mudah, sehingga akan meningkatkan usaha dan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

“Warga bersyukur karena bunga KUR sangat membantu dan itu menghindarkan mereka dari jeratan rentenir,” sebutnya.

Kepala Kantor Pertanahan Deliserdang Iskia Simarmata dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kinerja maksimal yang dilakukan seluruh aparaturnya sehingga target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai dengan baik.

Pada 2018 lalu, sebut Iskia, PTSL target 42.422 peta bidang terealisasi 100%, UKM target 500 bidang, realisasi persen, nelayan target 50 bidang realisasi persen, redistribusi tanah target 1.000 bidang realisasi 100%, IP4T atau identifikasi pendataan penguatan penguasaan tanah dengan target 1.500 bidang terealisasi persen, konsolidasi tanah dengan target 300 bidang terealisasi persen dan Barang Milik Negara (BMN) target 31 bidang, realisasi persen.

Halaman
12
Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved