Mujianto Tak Kunjung Disidang, Armen Lubis Gugat Kejati Sumut Senilai Rp104 Miliar

Lambatnya penanganan kasus penipuan dan penggelapan atas tersangka Mujianto akhirnya dilaporkan

Mujianto Tak Kunjung Disidang, Armen Lubis Gugat Kejati Sumut Senilai Rp104 Miliar
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Tim Kuasa Hukum Penggugat Armen Lubis, Law Office Arizal mendatangi kantor PN Medan dengan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum nomor perkara 161/Pdt.G/2019/PN Mdn dengan tergugat satu Kejati Sumut, tergugat dua Kejaksaan Agung RI dan Presiden RI 

TRIBUN-MEDAN.com - Lambatnya penanganan kasus penipuan dan penggelapan atas tersangka Mujianto akhirnya dilaporkan Tim Kuasa Hukum Armen Lubis ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (4/3/2019).

Kasus dugaan penipuan nomor STTLP/509/IV/2017 SPKT II, tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian materil Rp 3 miliar sebelumnya berkas telah rampung P21 dan diterima Kejati Sumut pada 26 Juli 2018 lalu dan sudah selesai (P22).

Namun, hingga hari ini berkas perkara tersebut tak kunjung diberikan ke Pengadilan untuk dipersidangkan sudah hampir 8 bulan lebih.

Akhirnya, Tim Kuasa Hukum Penggugat Armen Lubis, Law Office Arizal mendatangi kantor PN Medan dengan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum nomor perkara 161/Pdt.G/2019/PN Mdn dengan tergugat satu Kejati Sumut, tergugat dua Kejaksaan Agung RI dan Presiden RI.

Kuasa Hukum, Arizal menyebutkan bahwa laporan ini karena tidak adanya kejelasan dari Kejati Sumut untuk melimpahkan kasus tersangka Mujianto ke PN Medan.

"Jadi kami mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum oleh negara karena ada status klien kami sebagai korban. Kerja keras Polda Sumut membuahkan hasil, perkaranya telah dinyatakan P21. Berita berkas perkara beserta tersangka telah diserahkan dan diserahterimakan tapi sampai saat ini perkaranya tergantung-gantung, tidak dilimpahkan ke pengadilan," terangnya kepad Tribun.

Baginya terdapat akrobatik hukum yang dilakukan Kejati Sumut yang dengan lamban menyelesaikan kasus tersebut.

"Terjadi akrobat hukum dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Sumut. Ini kami melihat ada perbuatan sewenang-wenang dan perbuatan melawan hukum oleh negara," tambahnya.

Arizal menambahkan bahwa kliennya telah melakukan upaya mengirimkan surat tertuju kepada Kejagung dan Presiden RI untuk meminta bantuan penyelesaian hukum kasus Mujianto ini.

"Sebagai warga negara yang taat hukum, klien kami telah melakukan permohonan mengajukan surat kepada kejaksaan Agung dan Presiden Republik Indonesia, tapi tidak juga ada tanggapan. Jadi supaya ada kepastian, semua manusia sama di hadapan hukum makanya kami selaku kuasa hukum dari Armen Lubis mengajukan gugatan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh negara," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved