Sabet Medali Emas Kejurda Forki Sumut, Widodo dan Gusti Berpeluang Mewakili Kejurnas Piala KASAD

Widodo yang turun di Kelas senior Kumite putra -84 kg berhasil mengalahkan rekannya sesama atlet Forki Medan Aja Anwar.

Tayang:
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Widodo Febrianto mengikuti Kejurda Forki Sumut 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Karateka asal Medan, Widodo Febrianto dan Gusti Bayu merupakan dua dari belasan kontingen Forki Medan yang berhasil menyabet medali emas di nomor perorangan pada Kejurda Forki Sumut 2019. Event tersebut digelar di Gelanggang Remaja Medan Jl. Sutomo Ujung, Minggu 3 Maret 2019.

Di partai Final, Widodo yang turun di Kelas senior Kumite putra -84 kg berhasil mengalahkan rekannya sesama atlet Forki Medan Aja Anwar dengan skor tipis 3-2.

Sedangkan Gusti Bayu Handika yang bertanding di kelas kumite -75kg berhasil menang pelanggaran (hansoku) atas M Arif Fadillah yang juga dari Forki Medan di partai final. Kemenangan Gusti diperoleh akibat Arif membuat pelanggaran, padahal saat itu Gusti sempat kecolongan dan justru tertinggal dengan skor 1-4.

Kepada Tribun Medan, Widodo Febrianto mengakui sebenarnya pertandingan melawan Aja Anwar cukup imbang. Apalagi bisa dibilang Widodo kurang dalam melakukan pemanasan jelang pertandingan.

"Sempat kaget juga waktu dia (Aja Anwar) blocking, biasanya dia gak narik waktu nyerang itu tapi dia langsung potong jadi ketinggalan pertama itu 0-2, baru saya kejar pakai (teknik) kaki, jadi skornya 3-2 saya unggul," ujarnya.

Atas prestasi medali emas Kejurda 2019 yang diraihnya itu, Widodo mengaku senang.

Dengan berhasil meraih juara satu, maka dirinya berpeluang besar untuk masuk ke dalam ti m Sumut untuk mengikuti Kejurnas piala KASAD 2019 pada 22-24 Maret di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

"Alhamdulillah plong lah. Walaupun agak berat sebenarnya," kata peraih 2 medali perunggu ajang Asean University Games di Myanmar 2018 ini.

Sementara itu, karateka Gusti Bayu juga mengaku senang atas kemenangan yang diraihnya di Kejurda Forki Sumut 2019. Gusti pun turut bersyukur atas juara satu yang diraihnya tersebut.

"Kalau skor saya kalah. Alhamdulliah saya menang di pelanggaran, ujarnya kepada Tribun Medan , Senin (4/3/2019).

Ke depannya, kata Gusti dirinya juga bertekad untuk meraih prestasi di event lain yang jauh lebih bergengsi lagi seperti piala KASAD 2019, dan Porprovsu. Dirinya pun bertekad memberi lebih baik dari yang sudah diberikan sebelumnya untuk persiapan menuju event-event bergengsi tersebut.

"Porprovsu saya mungkin jumpa lagi dengan dia (Arif), ya kemungkinan menuju piala KASAD ini ada semacam seleksi kecil di latihan. Persiapan harus lebih dari hari yang kemarin, harus lebih," kata peraih medali emas piala Mendagri di Lampung tahun 2017 lalu itu.

(cr11/Tribun-medan.com)
 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved