BMKG Sebut Maret Puncak Musim Kemarau, Masyarakat Diimbau Hindari Matahari Langsung

BMKG Wilayah I Medan meminta masyarakat Sumatera Utara khususnya Medan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan

Penulis: Alija Magribi |
Tribun Medan/Alija Magribi
Petugas BMKG Wilayah I Medan menjelaskan minimnya potensi hujan di perkotaan sepanjang Maret 2019 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - BMKG Wilayah I Medan meminta masyarakat Sumatera Utara khususnya Medan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan agar tidak terpapar matahari langsung. 

Selain itu masyarakat juga diimbau untuk banyak mengonsumsi air selama bulan Maret 2019 ini.

Staf BMKG Wilayah I Medan Utami Al Khairiyah mengatakan bahwa puncak musim kemarau terjadi pada bulan Maret ini sebelum akhirnya intensitasnya akan berkurang pada bulan depan.

"Musim kemarau ini terjadi sejak Januari sampai puncaknya Maret 2019 ini. Pada April sampai Juni 2019 intensitasnya akan menurun dan memasuki masa penghujan," ujarnya ketika ditemui Tribun Medan, Selasa (5/3/2019) siang

Utami mengatakan bahwa untuk daerah Pantai Timur seperti Medan, Asahan, Langkat dan Batubara, khususnya pantai timur Sumatera Utara, intensitas hujan masih rendah. 

Namun untuk daerah pantai barat dan pegunungan seperti Sibolga, Tapanuli Utara, Padangsidimpuan, Pakpak Bharat dan Mandailing Natal potensi hujan cukup tinggi.

Ia menambahkan, penyebab cuaca panas, karena terjadinya pola angin di Pantai Timur secara Divergent (menyebar). 

"Jadi kalau sudah begitu, menyebabkan cuaca menjadi lebih cerah. Sedangkan untuk Pantai Barat daerah pegunungan cuaca masih harus diwaspadai," ungkap Utami.

Sembari menampilkan grafik perubahan suhu di komputernya, Utami menjelaskan tingkat panas yang terjadi di Sumatera Utara masih berada dalam level yang normal. Imbuhnya, suhu masih berada dibawah suhu normal manusia.

"Belum ya, yang ekstrem itu jika suhu panas berada 3 derajat diatasi suhu kita. Kalau di perkotaan, normalnya suhu tubuh itu kan 35 derajat atau di daerah pegunungan itu 29 derajat. Suhu hari ini adalah 33,7 derajat. Artinya masih normal," urainya.

Utami menjelaskan, selama waktu sepuluh hari terakhir, suhu di kota Medan pada umumnya berada pada rentang 33-36 derajat dan di pegunungan suhu berada pada rentang 29-30 derajat. Namun begitu, ia mengaku pernah suhu meningkat hingga mencapai 36 derajat tapi masih berada dalam level normal.

Sepanjang Januari hingga Maret BMKG mengendus adanya titik panas pada sejumlah hotspot di Sumatera Utara. Tak kurang, BMKG mencatat sebanyak 20 Hotspot.

"Tapi kalau hari ini, kita mencatat sebanyak 3 hotspot saja. Itu 2 di Langkat dan 1 di Tanah Karo," katanya.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved