Detik-detik Muhammad Akbar Tanjung Tertembak Peluru Nyasar BNN, Ini Penjelasan Brigjen Turman

Diceritakan oleh Akbar saat ditemui di RS Myria, Palembang, ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya hendak keluar untuk mencari sang adik, Adi (13)

Detik-detik Muhammad Akbar Tanjung Tertembak Peluru Nyasar BNN, Ini Penjelasan Brigjen Turman
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Muhammad Akbar Tanjung (17) mengalami luka tembak dibagian dada sebelah kiri saat adanya razia gabungan yang dilakukan oleh BNN Sumsel di eks lokalisasi Jalan Teratai Putih, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/3/2019).(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA) 

Detik-detik Muhammad Akbar Tanjung Tertembak Peluru Nyasar BNN, Ini Penjelasan Brigjen Turman

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria di Palembang, Muhammad Akbar Tanjung (17), diduga menjadi korban peluru nyasar saat Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar razia narkoba di sekitar kediaman korban.

Dikutip dari Kompas.com, kejadian tersebut terjadi di eks lokalisasi Jalan Teratai Putih, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (28/2/2019).

Mengetahui dirinya mendapatkan luka tembak, Akbar justru bersembunyi di kamar dan tidak memberitahukannya pada sang ibu.

"Malam itu dengar mau ada razia, adik saya keluar. Mau cari adik takut nanti salah sasaran," kata Akbar Jumat (1/3/2019).

Menurut kesaksian Akbar, tidak jauh dari kediamannya, terdengar suara letusan senjata api yang bertubi-tubi.

Muhammad Akbar Tanjung (17) mengalami luka tembak dibagian dada sebelah kiri saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/3/2019).
Muhammad Akbar Tanjung (17) mengalami luka tembak dibagian dada sebelah kiri saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/3/2019). ((KOMPAS.com/AJI YK PUTRA))

Tanpa sadar, Akbar ternyata mendapati sebuah peluru mengenai tubuhnya.

Menyadari hal tersebut, Akbar langsung kembali ke rumah, dan masuk ke dalam kamar.

Tak langsung menjelaskan insiden salah tembak tersebut, Akbar justru terdiam beberapa saat di kamarnya.

"Tembakannya begitu banyak, langsung pegang dada ternyata kena (tembak). Saya pulang dan masuk kamar belum bilang sama ibu," ujar Akbar.

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved