Gurihnya Bisnis Kuliner Jepang, Ramen Dibuat Sesuai Lidah Orang Medan

Zuliandy Saleh Rangkuti dan istrinya Syadzwina Putri Ritonga membuka tempat makan Rumah Ramen dan Burger

Gurihnya Bisnis Kuliner Jepang, Ramen Dibuat Sesuai Lidah Orang Medan
Tribun Medan/HO
Zuliandy Saleh Rangkuti dan istrinya Syadzwina Putri Ritonga membuka tempat makan Rumah Ramen dan Burger karena mereka tidak suka dengan makanan Jepang yang rasanya dominan gurih 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Zuliandy Saleh Rangkuti dan istrinya Syadzwina Putri Ritonga membuka tempat makan Rumah Ramen dan Burger karena mereka tidak suka dengan makanan Jepang yang rasanya dominan gurih.

"Tapi pengen makan (masakan Jepang) jadi kami buat lah yang sesuai dengan lidah kami. Awalnya kami jual sushi, sedangkan ramen sebagai pendamping. Tapi ternyata lebih ramai ramen," kata Wina.

Ramen adalah masakan yang berasal dari Jepang. 

Di Jepang ramen dikenal sebagai chuka soba atau shina soba. Soba atau o-soba dalam bahasa Jepang sering berarti mie.

"Cita rasa ramen yang gurih, sering tidak pas dengan lidah orang Medan yang suka cita rasa makanan yang tegas dan jelas," kata pemilik Rumah Ramen dan Burger Syadzwina Putri Ritonga,

Usaha kuliner Wina dan suaminya ini sudah menginjak tahun ke empat. Meski sempat berpindah-pindah tak pelak menghentikan para pelanggan setianya untuk terus mencari masakan Jepang buatan mereka.

"Sebelumnya kita buka di Eka Surya selama setahun. Lalu pindah ke Sakti Lubis, di sana dua tahun. Bentuknya kafe bisa makan di tempat juga. Tahun ini baru buka di Jalan STM Suka Ikhlas ini" kata Zuliandy

Di tempat berjualannya kini, mereka memasarkan produk secara online. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan teknologi yang makin berkembang.

"Pelanggan-pelanggan masih tetap balik lagi kok walaupun kami sudah bukanya di dalam gang gini. Biasanya mereka bawa pulang atau maksa makan di sini, meskipun cuma di tempat sederhana," kata Wina sembari menunjuk kursi tunggu di teras rumahnya.

Empat tahun membuka usaha kuliner dan memiliki pelanggan tetap, Wina dan Zuliandy mengaku, bahwa proses hingga saat ini tidaklah mudah.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved