Ngaku Pernah Dicurangi, Djarot Ceritakan Pengalamannya Mengikuti Pemilihan Legislatif

Djarot Saiful Hidayat mengatakan, dirinya telah mengetahui berbagai modus kecurangan yang dilakukan oknum peserta pemilu

Ngaku Pernah Dicurangi, Djarot Ceritakan Pengalamannya Mengikuti Pemilihan Legislatif
Tommy Simatupang
Mantan Calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat saat ditemui di warung kopi Jalan Gereja Kota Siantar, Jumat (1/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Malang melintang mengikuti pemilu dari waktu ke waktu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, dirinya telah mengetahui berbagai modus kecurangan yang dilakukan oknum peserta pemilu dan oknum penyelenggara pemilu.

Menurutnya, potensi kecurangan pada perhelatan pemilu serentak 17 April 2019 masih mungkin terjadi. Djarot menyoroti pemilihan Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang menurutnya sangat rentan ada upaya kecurangan.

"Pemilu serentak ini sangat memungkinkan adanya pencurian suara yang dilakukan oknum caleg baik dari satu partai maupun lintas partai," ujar Djarot kepada Tribun-Medan.com, Selasa (5/3/2019).

Caleg DPR RI dari Dapil Sumut III itu mengatakan, saat mengikuti kontestasi pileg periode yang lalu, ia pernah dicurangi oleh oknum caleg dan oknum penyelenggara.

"Mereka dengan sengaja melakukan perhitungan yang salah. Di satu kelurahan, suara saya seharusnya 1200 suara, dibuat menjadi 120 suara," katanya.

Saat itu, lanjut Djarot pihaknya menerima laporan dari saksi dan relawan yang bertugas memantau proses rekapitulasi suara.

"Kami mendapat laporan dari relawan dan saksi. Jika ada koordinasi yang kuat antar saksi dan relawan maka mampu menghindari tindak kecurangan itu," katanya.

Alhasil lanjut Djarot oknum yang ada di Panitia Pemungutan Suara dan caleg bersangkutan mengakui perbuatannya.

Tak hanya itu, menurut Djarot, pihaknya juga akan mengantisipasi terhadap pihak-pihak yang menghalang-halangi datang ke TPS.

"Sekarang yang paling penting adalah mensosialisasikan dan melakukan simulasi terkait pencoblosan lima kertsa suara. Menurut saya hal itu rumit masyarakat perlu diberikan pencerahan," katanya.

Perhitungan suara yang membutuhlan waktu lama, menurut Djarot harus diperhatikan seluruh pihak.

"Agar jangan ada kesalahan dalam rekapitulasi sehingga dapat menciderai proses pemiku kita," katanya.

Djarot menyebutkan, PDIP telah melakukan sistem pelaporan realtime secara online yang dilakukan para saksi mulai dari tingkat PPS, PPK, Kabupaten dan Kota, Provinsi hjngga pusat.

"Dengan cara memotret lembar c1 dan dilaporkan ke pusat secar berjenjang. Ini sudah kami terapkan sejak lama untuk mengatasi tindak kecurangan," katanya.

(gov/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved