Gelar Operasi Militer, Turki dan Iran Siap Tumpas Pemberontak Kurdi

Otoritas Turki bersama dengan militer Iran berencana menggelar operasi gabungan untuk menghadapi pemberontak Kurdi.

Gelar Operasi Militer, Turki dan Iran Siap Tumpas Pemberontak Kurdi
GETTY/THE NEW ARAB
Pasukan militer Turki bersiap di wilayah Afrin, Suriah. Ankara telah mengirimkan pasukan khusus tambahan untuk bersiap menghadapi pertempuran baru. 

TRIBUN-MEDAN.com - Otoritas Turki bersama dengan militer Iran berencana menggelar operasi gabungan untuk menghadapi kelompok pemberontak Kurdi.

Disampaikan Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu, yang dikutip kantor berita Anadolu, Ankara akan melancarkan serangan terhadap pasukan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) bersama-sama dengan Teheran.

"Jika Tuhan berkehendak, kami akan melakukan operasi gabungan untuk melawan PKK bersama dengan pasukan Iran," kata Soylu, Rabu (6/3/2019).

Dilansir AFP, kelompok PKK telah dianggap sebagai kelompok teror oleh Ankara dan juga sekutu Barat.

Namun Soylu tidak memberi keterangan lebih lanjut tentang pangkalan PKK mana yang akan menjadi target operasi gabungan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya sempat mengatakan bahwa Ankara akan menentang persembunyian kelompok militan di Irak.

Turki telah berjuang melawan kelompok PKK yang dianggap sebagai organisasi terlarag, selama beberapa dekade, sementara pasukan keamanan Iran juga telah bertempur melawan kelompok afiliasinya, Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK).

Kedua kelompok itu disebut memiliki markas di wilayah Irak.

Sebelumnya pada 2017, Erdogan sempat mengatakan bahwa operasi gabungan Turki-Iran melawan kelompok militan Kurdi akan selalu menjadi salah satu agenda negara itu.

Erdogan turut menambahkan bahwa kedua pemimpin militer kedua negara telah saling bertemu guna membahas rencana kerja sama kedua pihak melawan militan Kurdi.

Namun Pengawal Revolusi Iran pada saat itu membantah rencana kerja sama tersebut.

Kelompok PKK telah melancarkan pemberontakan selama lebih dari tiga dekade melawan rezim pemerintahan Turki yang telah menewaskan puluhan ribu orang, dengan tujuan memperoleh kemerdekaan, dan baru--baru ini berubah menjadi tuntutan untuk otonomi bagi kelompok minoritas Kurdi Turki.

Sebaliknya, militer Turki sering melancarkan serangan pemboman ke pangkalan-pangkalan PKK di kawasan pegunungan Irak.

Meski mendukung pihak-pihak yang saling berseberangan dalam konflik di Suriah, namun kedua negara yang saling bertetangga itu melihat diri mereka sebagai pemimpin regional yang kuat dan baru-baru ini bekerja dengan rezim Bashar al-Assad yang didukung Rusia untuk mencapai solusi dari krisis yang terjadi di negara itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Turki dan Iran Siap Gelar Operasi Gabungan Melawan Pemberontak Kurdi"

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved