Nasib Andi Arief Terkini Usai Terbukti Positif Pakai Narkoba dan Wanita di Kamar Hotel

Perkembangan terkini usai Andi Arief terbukti positif narkoba, penyidik memiliki waktu 3x24 jam

Nasib Andi Arief Terkini Usai Terbukti Positif Pakai Narkoba dan Wanita di Kamar Hotel
istimewa via bangkapos
Nasib Andi Arief Terkini Usai Terbukti Positif Pakai Narkoba dan Wanita di Kamar Hotel 

TRIBUN-MEDAN.COM - Nasib Andi Arief Terkini Usai Terbukti Positif Pakai Narkoba dan Wanita di Kamar Hotel.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, penyidik masih memiliki waktu 3x24 jam guna menetapkan status Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief setelah ditangkap pada Minggu (3/3/2019).

Dikutip dari Kompas.com, Dedi menegaskan, hingga saat ini, Andi Arief terbukti positif menggunakan methamphetamine, namun tidak ditemukan barang bukti narkoba.

Baca: Misteri Tewasnya Polisi Kristian Sitorus Pengungkap Sabu 25 Kg, Hingga Viralnya Tulisan Sang Istri

Baca: LIVE SCORE Link Live Streaming Real Madrid vs Ajax Amsterdam, Skor Sementara Babak I Ajax Unggul 2-0

"Penyidik memiliki waktu 3x24 jam, yang bersangkutan positif menggunakan methamphetamine sesuai hasil labfor. Namun, perlu dicatat tidak ditemukan barang bukti narkoba," ujar Dedi di gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2019).

Baca: Hotman Paris -Gaya Hidup Mewah Aspri Cantik Nurbaeny Janah, Kue Uang Dollar Benny Janah Jadi Sorotan

Lebih jauh, Dedi menjelaskan, terdapat rujukan hukum yang digunakan kepolisian dalam menentukan status Andi Arief.

Foto-foto yang beredar menunjukkan barang bukti yang didapat bersama Andi Arief.
Foto-foto yang beredar menunjukkan barang bukti yang didapat bersama Andi Arief. (HO)

Rujukan pertama adalah Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, PP Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor bagi Pecandu Narkotika.

Baca: Andi Arief Terkini- Fakta Baru Wanita Pakai Tanktop Pink dalam Kamar Hotel Diperiksa Bareskrim Polri

Kemudian, Peraturan Bersama Penanganan Pencandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi tahun 2014, Surat Edaran Mahkamah Konstitusi Nomor 04/BUA.6/HS/SP/IV/2010 tanggal 7 April 2010 tentang penempatan penyalahgunaan dan korban penyalahgunaan serta pecandu narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Selain itu, ada pula Peraturan Kabareskrim nomor 1 tahun 2016 tentang SOP pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi.

Rujukan yang menjadi acuan penyidik tersebut, seperti diungkapkan Dedi, Andi Arief masuk ke dalam poin B.

Sebab, Andi terbukti menggunakan narkoba berdasarkan hasil labfor melalui tes urine, akan tetapi tidak ditemukan barang buktinya di lokasi kejadian.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved