Sumber Air Minum Diduga Dicemari Pekerja TPL, Masyarakat Adat Sihaporas Tanami dan Kuasai Lahan

Penebangan pohon secara terus-menerus mengakibatkan kerusakan ekosistem alam di Kawasan Sungai Aek Meranti Sihaporas

Sumber Air Minum Diduga Dicemari Pekerja TPL, Masyarakat Adat Sihaporas Tanami dan Kuasai Lahan
ISTIMEWA
Warga melaksanakan aksi menanam bibit pohon produktif di kawasan Aek Meranti dan Sungai Bombongan Desa Sihaporas Kecamatan Pematangsidamanik, Kabupaten Simalungun, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Penebangan pohon secara terus-menerus mengakibatkan kerusakan ekosistem alam di Kawasan Sungai Aek Meranti dan Bombongan Bolon Desa Sihaporas Kecamatan Pematangsidamanik, Kabupaten Simalungun.

Warga terus terasa terancam dengan hadirnya para pekerja penebang pohon dari perusahaan besar swasta di Sumatera Utara.

Warga juga pernah menemukan adanya bentuk tindakan dari oknum penebang pohon menebarkan racun di umbul air dan hulu sungai.

Seorang warga Sihaporas, Jonny Ambarita atau Amani Kastro Ambarita mengatakan perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL) tidak menjalankan perjanjian yang ditandatangi 25 Januari 2019.

Warga melaksanakan aksi menanam bibit pohon produktif di kawasan Aek Meranti dan Sungai Bombongan Desa Sihaporas Kecamatan Pematangsidamanik, Kabupaten Simalungun, Selasa (5/3/2019).
Warga melaksanakan aksi menanam bibit pohon produktif di kawasan Aek Meranti dan Sungai Bombongan Desa Sihaporas Kecamatan Pematangsidamanik, Kabupaten Simalungun, Selasa (5/3/2019). (ISTIMEWA)

Ada enam poin yang harus dilaksanakan perusahaan bubur kertas tersebut. Satu di antaranya yakni, tidak membangun camp pekerja di dekat sungai dan menanam pohon sebagai pengganti.

"Tanggal 25 Januari TPL menyatakan siap dan melaksanakan penuh tanggung jawab, nyatanya tetap tidak mengindahkannya,"ujar Jonny Ambarita, Selasa (5/3/2019).

Karena tidak adanya upaya PT TPL melestarikan lingkungan, puluhan warga Desa Sihaporas bersamaa pemerintah melaksanakan aksi menanam bibit pohon.

Ada pun bibit pohon produktif yang ditanam seperti pohon alpukat, pisang, durian, dan kopi.

Warga juga menanam tumbuhan untuk keperluan adat seperti Silanjuyang, Pisang Simiak (pisang raja), Sisangkil (tumbuhan endemik), Purba Tua (tumbuhan endemil), Sangge-sangge (sereh), dan Tobu (tebu) Merah.

Baca: INILAH Tanda-tanda Pasangan yang Hanya Memanfaatkan Anda, Hati-hati Jangan Anda Sampai Korban

Baca: Inilah Jenis 9 Makanan yang Secara Alami Bisa Meningkatkan Kualitas Sperma Laki-laki

Jonny menjelasakan PT TPL telah melakukan beberapa kali tindakan meracun umbul air menyebabkan ikan batak dan populasi hewan sungai bermatian.

Halaman
1234
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved