Breaking News:

Kejati Sumut akan Kasasi Vonis Bebas Sukran Jamilan Tanjung

Ada upaya kita itu namanya upaya hukum yaitu kasasi supaya diproses ke Mahkamah Agung dan Peninjauan kembali juga akan kita tempuh.

TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Amirsyah Tanjung (Kemeja Putih) dan eks Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung (kanan) saat disidang di PN Medan, waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut memastikan tidak akan membiarkan kasus penipuan terdakwa Mantan Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung berlalu begitu saja.

Sebelumnya, pada Selasa (5/3/2019) lalu Sukran divonis bebas oleh Hakim Erintuah Damanik dalam kasus tindak pidana penipuan bernilai 450 juta dengan korban Joshua Marudut Tua Habeahan.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian memastikan bahwa pihaknya tak akan membiarkan terdakwa Sukran begitu saja bebas walaupun telah menang di Pengadilan.

"Kalau dia (Sukran) bebas di pengadilan itu bebas ya bukan berarti selesai. Ada upaya kita itu namanya upaya hukum yaitu kasasi supaya diproses ke Mahkamah Agung dan Peninjauan kembali juga akan kita tempuh, jadi tidak dibebaskan. Kita ada upaya hukum itulah wewenang jaksa," terangnya kepada Tribun, Kamis (7/3/2019).

Ia membeberkan dalam wakti 7 hari ini akan segera melimpahkan berkas untuk melakukan kasasi ke Mahkamah Agung.

"Selanjutnya kita akan pertimbangkan dalam 7 hari. Kita akan bekerja keras supaya dia (Sukran) terjerat sesuai dengan perbuatan hukuman yang dikenakan padanya," tegasnya.

Bahkan informasi teranyar, Mantan Bupati Tapteng tersebut ditahan kembali di Lapas Kelas II A Sibolga sehari setelah ditanyakan bebas, semalam Rabu (6/3/2019).

Sukran tiba dari Medan menaiki pesawat Wings Air menuju Bandara Pinang Sori yang dikawal tiga orang polisi dari Polda Sumut. Dengan kepala dan wajah ditutupi mengenakan jaket warna biru dan tangan diborgol, Sukran langsung dimasukkan ke dalam mobil Avanza warna putih menuju kantor Kejari Sibolga.

Sementara Kuasa Hukum Sukran Tanjung, Sutan Nasution menjelaskan bahwa penangkapan tersebut terkait kasus penipuan sebesar 300 juta oleh penggugat Sartono Manalu.

"Itu kasus pinjam meminjam uang beda dari yang sebelumnya. Versi penegak hukum terkena pidana pasal 378. Ada uang dulu dipinjam sama orang. Memang ratusan ada juga dikembalikan naik perkara. Polda sudah selesai dan sudah dilimpahkan, adalah 4 bulan yang lalu. Belum tahu kapan persidangan dilimpahkan jaksa," terangnya.

Ia menerangkan bahwa pihaknya akan mengusahakan kasus ini ke perkara perdata karena ada uang telah dibayarkan.

"Kami melihat lebih condong perdata karena sudah ada sebagian yang dibayar. Kami akan mengajukan bantahan-bantahan karena ini unsur perdata. Kemarin udah mau damai tapi ada orang di belakangnya," tambahnya.

Sutan menjelaskan bahwa bila di kasus bebas Sukran sebelumnya Jaksa melakukan kasasi ke MA, pihaknya akan menuturkan kontra kasasi.

"Kita akan mengajukan ke jaksa kontra kasasi kan batas waktu untuk kasasi ada. Belum habis batas waktu, tunggu dulu apa jaksa melakukan upaya," pungkasnya.

Menanggapi penangkapan oleh Polda Sumut tersebut, Sumanggar menambahkan pihaknya menyerahkan penangkapan tersebut kepada pihak kepolisian.

"Itu urusan polisi kalau kita udah siap prosesnyakan diserahkan ke kita. Kami akan sidangkan lagi dengan perkara lain. Itu memang haknya polisi tidak bisa kita campuri proses merak. Dan nanti proses bap dan pemberitahuan penyelidikannya diserahkan ke kita," tutupnya.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved