Siswi SMA Dicekoki Ekstasi dan Dicabuli, Keluarga Ketakutan Minta Pelaku Ditangkap

Keluarga dan Hara hingga saat ini masih menunggu hasil visum pasca tak sadarkan diri dan dirawat di RS Djoelham.

Siswi SMA Dicekoki Ekstasi dan Dicabuli, Keluarga Ketakutan Minta Pelaku Ditangkap
Shutterstock
Ilustrasi korban pencabulan. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Seorang wanita di bawah umur, Hara (nama samaran) ditaksir berusia 15 tahun mengalami trauma pascadicekoki ekstasi hingga dicabuli pria di lokasi hiburan malam dugem TF.

Keluarga dan Hara hingga saat ini masih menunggu hasil visum pasca tak sadarkan diri dan dirawat di RS Djoelham.

Awal dugaan pemerkosaan, Hara tak sadarkan diri ketika dibawa seorang pria ke Diskotik TF yang berada di Desa Namurube Julu, Kutalimbaru, Deliserdang. Hara berangkat dari rumah bersama temannya Y dan seorang pria, namun berpisah setelah Hara pergi ke TF bersama teman prianya.

Pihak keluarga Hara, sebut saja Rogu diwawancarai wartawan minta identitas disamarkan karena takut diintimidasi pihak TF.

Rogu menceritakan kronologis awal Hara dicekoki dan diperkosa di TF hingga trauma hingga saat ini dan keluarga takut diintimidasi.

"Sekarang anak di rumah trauma, jadi kami sudah lapor ke Polrestabes, Polres Binjai ditolak laporan karena gak wilayah mereka," katanya, Kamis (7/3/2019).

"Menurut keterangan dia, ada di jalan pil (satu biji) di mobil disuruh minum, di dalam mobil dikasih lagi minum. Rasanya ada tiga kali. Cerita korban bangun pagi jam enam dilihatnya sudah gak pakai baju di ruangan di TF, ada tempat tidurnya. Dia pakai celana dalam, celana panjang sama bajunya gak ada," kata keluarga korban.

"Kami ini orang lemah, takutnya masalah anak kami gak selesai, kami pula yang diintimidasi orang TF, kami ini orang lemah, TF itu ada orang besar di belakangnya, ada organisasi kepemudaan itu.

Kata Rogu, pihak TF dua orang naik mobil ada datang ke rumah sakit RS Djoelham sampaikan prihatin, pasca korban syok dan tidak sadarkan diri. Saat ini korban sudah visum di alat kelamin dan ada luka bakar bagian dadanya.

"Posisi anak kondisi lemah, ditanyai masih berbelit, dia ditanyai masih sedih, masih saya biarkan dulu tenanb dia. Tujuan kami untuk membongkar pemerkosaan anak kami, bukan tempat lokasi kejadiannya," katanya.

Halaman
12
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved