Anak-Anak Korban Erupsi Sinabung Ajak Bupati Berjoget Saat Hut Ke-73 Kabupaten Karo

Pemandangan berbeda terlihat jelas di Jalan Veteran, Kabanjahe, Jumat (8/3/2019). Pasalnya, jalan umum

Anak-Anak Korban Erupsi Sinabung Ajak Bupati Berjoget Saat Hut Ke-73 Kabupaten Karo
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, bersama Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, menari bersama anak-anak korban erupsi Gunung Sinabung, pada perayaan Hut Ke-73 Kabupaten Karo, di Jalan Veteran, Kabanjahe, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemandangan berbeda terlihat jelas di Jalan Veteran, Kabanjahe, Jumat (8/3/2019). Pasalnya, jalan umum yang biasa dilalui oleh masyarakat itu berdiri puluhan stand pameran.

Diketahui, puluhan stand pameran ini ditujukan untuk memeriahkan Hut Ke-73 Kabupaten Karo, yang jatuh pada hari ini. Amatan Tribun-Medan.com, mulai dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan, hingga kebudayaan, semuanya terjajar rapih di kedua sisi jalan.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, terlihat sempat berkeliling ke seluruh stand yang ada di sana. Namun, dari sekian banyak lokasi yang dikunjungi bupati bersama wakilnya Cory Sebayang, ada satu stand yang menarik perhatian.

Pasalnya, keduanya disambut langsung oleh anak-anak kecil yang mengenakan pakaian adat. Tak hanya disambut secara biasa, keduanyapun disuguhi dengan tarian tradisional. Mendengar alunan musik yang membuat semangat, keduanyapun tak tinggal diam dan langsung ikut menari.

Diketahui, penari cilik tersebut merupakan anak-anak dari para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. pendamping anak-anak tersebut Sada Arih bru Sinulingga, mengungkapkan penari dan pemusik cilik itu tergabung di dalam sanggar seni yang bernama sanggar Sinabung.

"Mereka ini semuanya anak dari korban erupsi Sinabung yang sudah tinggal di relokasi, seperti dari Berastepu, Gamber, dan Kuta Tengah. Kalau total anak yang tergabung ini sebanyak 40 orang, yang main musiknya 10 orang," ujar Sada Arih.

Dikatakannya, anak-anak tersebut sudah tergabung di sanggar Sinabung kurang lebih satu tahun terakhir. Dirinya menyebutkan, secara rutin seminggu sekali para pelajar itu menggelar latihan bersama di sanggar.

"Mereka latihannya di sanggar seminggu sekali, kalau ada acara bisa seminggu dua kali latihannya. Memang sudah sering ikut acara yang didukung juga dari kecamatan," ucapnya.

Disebutkannya, sanggar tersebut merupakan salah satu sarana dalam mengobati rasa trauma anak-anak dari bencana yang melanda desanya. Selain itu, disebutkannya sanggar tersebut juga sebagai ajang menjaga dan memperkenalkan kebudayaan bagi penerus bangsa.

Seorang siswa yang menjadi bagian dari penampilan itu Ezy Putra Tarigan, mengungkapkan dirinya sangat senang bisa ikut memeriahkan Hut Kabupaten Karo. Siswa kelas lima Sekolah Dasar (SD) itu menyebutkan, dirinya sudah bergabung sejak sanggar didirikan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved