Tuntut Institusi Bersikap Netral, Ustaz Indra: Mereka Harus Jadi Wasit, Jangan Jadi Pemain

Ratusan massa dari gabungan ormas Islam kembali berunjuk rasa di DPRD Sumut di Jalan Iman Bonjol Medan, Jumat (8/3/2019).

Tuntut Institusi Bersikap Netral, Ustaz Indra: Mereka Harus Jadi Wasit, Jangan Jadi Pemain
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Ormas Islam saat lakukan aksi unjukrasa di depan DPRD Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan massa dari gabungan ormas Islam kembali berunjuk rasa. Kali ini yang menjadi target massa unjuk rasa adalah gedung DPRD Sumut di Jalan Iman Bonjol Medan, Jumat (8/3/2019).

Massa datang sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah sebelumnya melakukan konvoi dari Masjid Raya Al Mashun.

Berbeda dengan aksi pekan lalu, kali ini massa datang membawa poster berisi kalimat soal netralitas, yang disinggung selain ASN adalah Polri.

Menanggapi masa yang melakukan aksi, salah seorang anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidy keluar menemui massa yang berujuk rasa dan mengatakan bahwa ia menyambut baik kehadiran massa.

"Kita mengajak perwakilan massa untuk berdialog secara terbuka. Tanpa mengurangi rasa hormat, mari kita percayakan kepada perwakilan kita untuk menyampaikan aspirasi," kata Ikrimah di depan Gedung DPRD Sumut.

"Agar nanti kami bisa menindaklanjuti apa yang disampaikan kepada instansi terkait, kami juga akan menyampaikan kepada gubernur Sumut agar menjadikan ASN netral dalam Pilpres," jelas Ikrimah.

Sementara itu, salah seorang pimpinan aksi Ustaz Indra Suheri mengatakan bahwa aksi kali ini secara prinsip ada indikasi di lapangan, perilaku-perilaku pihak tertentu yang terkesan berpihak kepada paslon tertentu.

"Seruan kami kepada perangkat ASN dan aparatur kepolisian, agar benar-benar menyadari fungsi dan perannya sebagai pihak-pihak yang seharusnya memberikan kesejukan, mengayomi, tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan, tidak memancing dan mengondisikan. Kita harap seperti itu," kata Suheri.

"Karena indikasi-indikasi di lapangan sepertinya institusi negara yang seharusnya menjadi perangkat pelaksana, alias menjadi wasit dalam pemilu yang damai. Tapi itu bisa menimbulkan kekisruhan bila mereka jadi bagian dari pada tim pemenangan. Mereka harus jadi wasit, jangan jadi pemain," sambungnya.

Suheri juga menyoroti soal adanya penangkapan terhadap aktivis Islam (FPI) di Tebingtinggi. 

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved