Pria ini Harus Kehilangan Organ Kejantanannya Gara-gara Dokter Salah Diagnosa

Seorang dokter melakukan kesalahan pemeriksaan pada seorang pasien, mengakibatkan pasien kehilangan sebagian organ vitalnya

Pria ini Harus Kehilangan Organ Kejantanannya Gara-gara Dokter Salah Diagnosa
wikimediacommons
Ilustrasi dokter 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang dokter di Malaysia melakukan kesalahan pemeriksaan pada seorang pasien, mengakibatkan pasien kehilangan sebagian organ vitalnya.

Pasien, yang merupakan penderita diabetes, mengalami gangguan atau kematian pada jaringan yang disebabkan oleh infeksi.

Kondisi itu seharusnya dapat diatasi jika seorang dokter benar-benar melakukan pekerjaannya. Namun sebaliknya, dokter melakukan kesalahan diagnosis.

Karenanya, Mohd Syamsul Alam Ismail, seorang dokter Malaysia yang berpraktik di Johor, terpaksa harus menerima hukuman diskors selama dua setengah tahun dengan denda 40.000 dolar AS.

Pengadilan kedisiplinan Dewan Medis Singapura (SMC) pada awalnya memberlakukan penangguhan tiga bulan, tetapi durasinya meningkat 10 kali kemarin oleh jaksa, menyusul banding yang berhasil untuk memperpanjangnya.

Dokter Syamsul dinyatakan bersalah karena tidak memberikan evaluasi klinis yang memadai terhadap seorang pasien, ketika ia bekerja sebagai dokter perusahaan di pusat medis perusahaan kelautan dan pelayaran pada tahun 2013.

Pasien tersebut mengalami demam selama lima hari berturut-turut dan pergi ke dokter untuk memeriksa benjolan yang menyakitkan di daerah pantat kanannya juga.

"Pemohon mengira benjolan itu adalah abses normal tetapi benjolan itu telah tumbuh secara drastis dan menyebabkannya sangat sakit," catat SMC.

"Ada suara berderak ketika ditekan dan dia bahkan tidak bisa duduk karena rasa sakit."

Bahkan setelah pasien mengatakan kepada dr. Syamsul bahwa dia menderita diabetes dan dia belum mengambil obat-obatannya, dokter mengatakan bahwa tidak perlu melakukan pemeriksaan fisik pada benjolan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved