Breaking News:

Raih 7 Medali Emas, Pengcab Tanah Karo Juara Umum Kejurda Wushu Sanda Sumut 2019

Riuh teriakan ratusan penonton meramaikan sekaligus menutup partai final kejuaraan daerah (Kejurda) Wushu

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Tribun Medan / Chandra
Para atlet wushu bersama pelatih dan pengurus Wushu Sumut saat mengikuti kejuaraan daerah (Kejurda) Wushu Sanda Sumatera Utara (Sumut) tahun 2019 yang digelar di aula Sekolah Cinta Budaya, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Riuh teriakan ratusan penonton meramaikan sekaligus menutup partai final kejuaraan daerah (Kejurda) Wushu Sanda Sumatera Utara (Sumut) tahun 2019 yang digelar di aula Sekolah Cinta Budaya, Minggu (10/3/2019).

Pengcab Kabupaten Tanah Karo akhirnya berhasil keluar sebagai juara umum kejurda wushu untuk kategori tingkat senior dengan mengumpulkan medali emas terbanyak. Gelar tersebut diraih usai kontingen Wushu Kabupaten Tanah karo mengumpulkan sebanyak 7 emas, 1 perak, dan 1 medali perunggu dari atlet putra maupun putri.

Menyusul di posisi runner up diraih oleh kontingen Kabupaten Tapanuli Utara dengan mengumpulkan 2 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu. Sedangkan diposisi ketiga ditempati oleh kontingen Pematangsiantar dengan Raihan sebanyak 1 medali emas, 1 perak, dan 2 medali perunggu.

Sementara itu untuk kategori tingkat junior, juara umum juga diraih oleh kontingen tanah Karo dengan raihan 7 emas, 1 perak dan 2 perunggu. 

Posisi kedua ditempati kontingen Samosir dengan raihan 1 emas, 3 perak dan 1 medali perunggu. Kemudian posisi ketiga ditempati oleh kontingen kota Medan dengan raihan 1 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu.

Sedangkan untuk kategori prajunior, juara umum juga diraih oleh Pengcab tanah Karo dengan raihan 2 emas dan 2 perak. Posisi kedua direbut oleh kontingen Toba Samosir dengan raihan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Dan kontigen kota .edan harus puas di posisi ketiga dengan raihan 1 emas dan 2 medali perunggu.

Dalam wejangannya, Ketua umum Pengprov Wushu Indonesia Sumut Darsen Song turut mengungkapkan rasa bangganya terhadap semua pihak terkhususnya para atlet yang telah berjuang keras selama Kejurda berlangsung.

Selain itu, Darsen juga mengapresiasi gelaran Kejurda Wushu 2019 yang berlangsung lancar dari awal hingga akhir.

"Terima kasih juga pada para Pengcab, pelatih, yang telah mempersiapkan atletnya," ujarnya.

Sementara itu, Untuk para juara dan finalis Kejurda 2019, kata Darsen, akan dimonitor oleh pengprov terkhusus bidang Binpres untuk dipanggil mengikuti pelatda PraPON dan PON. Selain itu dia juga turut mendorong para atlet yang belum juara untuk tidak putus asa dan harus terus meningkatkan kualitas dengan latihan.

"Akan kami kaji nomor-nomor yang memang punya peluang untuk tanding di level nasional akan kami pelatdakan untuk tampil di Kejurnas atau PraPON pada bulan Juni mendatang di Bangka Belitung. Yang bertanding ada direkam , kami akan kaji, kalau yang imbang-imbang di partai final itu masih punya peluang untuk kami panggil, karena untuk kirim ke Nasional kita mau cari yang terbaik," terangnya.

Lebih lanjut, Darsen juga mengakui bahwa semakin hari kualitas pewushu sanda Sumut telah mengalami peningkatan. 

Rencananya untuk semester kedua tahun 2019 Pengprov Wushu Sumut juga akan kembali menggelar event bagi atlet Wushu antar pelajar.

"Antar pelajar berarti kelompok prajunior dan junior, dengan membawa nama sekolah. Jadi saya berharap jangan kita lupakan anak-anak ini masih sekolah kan. Tentunya sekolah juga bangga kalau nama sekolah dibawa dalam suatu kejuaraan," pungkasnya.

Pengcab Tabah Karo Bangga

Ditemui usai penutupan Kejurda Wushu Sanda Sumut 2019, ketua harian Pengcab tanah Karo Aceh Silalahi mengaku bangga atas Raihan tiga gelar juara umum untuk tingkat senior, junior dan prajunior. Apalagi sejak dipimpin olehnya dari tahun 2009, Pengcab tanah Karo sudah berhasil merebut gelar juara umum sebanyak 9 kali.

"Bangga lah kita jadi juara umum , sudah kesembilan ini selama saya jadi pengurus. Cuma tahun 2007 kita gak masuk karena gak ikut. Kurasa kalau ikut pula kami waktu itu sudah 10 kali lah," ujarnya.

Silalahi menjelaskan, dalam proses persiapan jelang Kejurda, pihaknya rutin menggelar latihan bagi para atletnya. Bahkan untuk tiga bulan terakhir atlet rutin berlatih setiap hari.

"Dari tiga Binanga, Simpang empat, merek, pulang sekolah orang itu datang terus. Cuman yang Medan yang gak ikut latihan karena mereka di Medan latihan di padepokan YKWI," ungkapnya.

Ke depan, Silalahi berharap agar para atlet dapat semakin ditingkatkan kualitasnya. Dia juga menyarankan agar atlet maupun pelatih dapat dikirim untuk berlatih (training) dan menimba ilmu ke Tiongkok. Dengan demikian lewat sering mengikuti training akan semakin meningkatkan kualitas Sumut dalam meraih medali di even nasional dan internasional.

"Kekurangan pelatih sebenarnya kita ini. Ilmu-ilmu yang dari Tiongkok itu kan belum kita dapat. Maunya ditraining ke Cina. Ya akan kita Bina terus, terlebih yang junior ini karena tahun 2024 PON di sini mudah-mudahan dapat kita meraih emas lebih banyak lagi dan juga tahun 2020 di Papua," katanya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved