Majikan Menangkap Basah Ceceran Darah di Kamar Yariba, Tak Lama Tewas, Ternyata Ini yang Terjadi

Majikan Menangkap Basah Ceceran Darah di Kamar Yariba, Tak Lama Tewas, Ternyata Ini yang Terjadi

Majikan Menangkap Basah Ceceran Darah di Kamar Yariba, Tak Lama Tewas, Ternyata Ini yang Terjadi
Humas Polsek Medan Baru
Majikan Menangkap Basah Ceceran Darah di Kamar Yariba, Tak Lama Tewas, Ternyata Ini yang Terjadi. (Humas Polsek Medan Baru) 

Melihat hal tersebut, Silvia dan Yopi sempat menanyakan perihal darah tersebut.

Namun, Yariba menjelaskan bahwa darah yang dilihat oleh majikannya itu adalah darah mentruasi miliknya.

"Yariba ini pun memberi keterangan bahwa ia sedang menstruasi (datang bulan)," kata Kompol Martuasah.

Viral Pernikahan Beda Umur - Terkuak Alasan Tika 21 Tahun Legowo Dinikahi Kakek 60 Tahun

Mahasiswi UIN Raden Intan Dicabuli Oknum Dosen saat Mengumpulkan Tugas, Begini Pengakuannya

Kondisi Murid SD setelah Dicabuli 3 Kali dalam Sehari oleh Sopir Angkutan Kota, Begini Kronologinya

Update Pembunuhan Siswi SMK Noven Cahya - Kapolda: Kita akan Bekerjasama dengan FBI

Mahasiswi UIN Palembang Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet, Rektor Apungkan Permintaan Ini

Pangeran Harry dan Meghan Markle Menanti Anak Pertama, Fotografer Sungguh Berani Bikin Pose Begini

Gerah dengan Imigran yang Doyan Pamerkan Alat Vital, Warga Melapor ke Polsek Gunung Kijang

Saat membuka kamar, Silvia melihat wajah Yariba terlihat pucat.

Silvia lantas memberikan susu kotak pada Yariba untuk diminum.

"Jadi saat itu Silvia ini melihat kondisi Yariba sudah dalam keadaan lemas. Silvia pun memberikan susu kotak kepadanya untuk diminum Yariba," kata Kompol Martuasah.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Silvia kemudian melihat asisten rumah tangganya itu keluar dari kamar dan mengenakan handuk.

Melihat Yariba masih dalam keadaan lemas, Silvia kemudian membuatkan Yariba telur untuk dikonsumsi olehnya.

"Pada pukul 10.00 WIB Silvia melihat Yariba sudah keluar kamar dengan menggunakan handuk. Karena melihat dalam kondisi lemas, Silvia pun membuat telur untuk dimakan Yariba," kata Martuasah.

 Yariba Ditemukan Tewas

Berniat memberikan telur yang dibuatkannya untuk Yariba, Silvia justru melihat Yariba tergeletak di lantai bersimbah darah.

Padahal, beberapa saat sebelumnya, ia masih berbincang dengan Yariba bahkan melihat Yariba keluar dari kamarnya.

Melihat kondisi Yariba tergeletak bersimbah darah, Yopi, suami Silvia kemudian memanggil ambulans.

"Suami Silvia yang bernama Yopi, memanggil ambulans dan merujuknya ke RS Materna. Setibanya ambulans di rumah dan hendak membawa ke RS, Silvia dan supir ambulans menyadari bahwa Yariba sudah tidak bernyawa lagi," kata Kompol Martuasah Minggu (10/3/2019).

"Kemudian pihak keluarga menghubungi kami (kepolisian) dan manggil tim Inafis Polrestabes Medan dan melaksanaan olah tempat kejadian," katanya dikutip dari TribunMedan.com.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata Yariba berniat untuk menggugurkan kandungannya.

Bukan darah menstruasi, darah yang dilihat oleh Selvia dan Yopi diduga adalah darah yang dikeluarkan Yariba lantaran menggugurkan kandungan.

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan satu buah handphone, dan tiga obat merk Sapros yang diduga adalah obat menggugurkan kandungan.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun ditemukan tiga papan obat merk sapros yang diduga obat untuk menggugurkan kandungan," kata Kompol Martuasah.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, Yariba diduga tewas lantaran kehabisan darah seusai berusaha menggugurkan kandungannya.

"Setelah dilaksanakan otopsi, dugaan sementara korban meninggal dunia karena mengalami pendarahan," kata Martuasah.

Tak hanya itu, bayi yang ada di dalam kandungan Yariba juga dinyatakan tewas.

"Untuk bayi dalam kandungan sudah meninggal dunia. Saat ini kedua jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian disemayamkan oleh keluarga Yariba," jelas Martuasah.

Majikan Sudah Menaruh Curiga

Sebelum melihat banyak darah di kamar Yariba sampai menemukan Yariba dalam keadaan tewas di kamarnya, Silvia dan Yopi menjelaskan bahwa dirinya sudah menaruh curiga pada Yariba.

Hal tersebut lantaran Yariba biasanya sudah siap bekerja untuk membereskan rumah sekitar pukul 06.00 WIB pagi.

Namun pada hari itu, sampai satu setengah jam berlalu, Silvia dan Yopi tak kunjung melihat Yariba keluar kamar.

Sampai akhirnya, mereka memanggil Yariba.

"Jadi menurut keterangan Silvia, saat itu ia memanggil Yariba di kamarnya sekitar pukul 7.30 WIB. Karena si Yariba biasanya pukul 6.00 WIB sudah keluar kamar dan bekerja di rumah itu sebagai asisten rumah tangga," ujar Kompol Martuasah. 

(Tribun-medan.com/M. Fadli Tara)

#Majikan Menangkap Basah Ceceran Darah di Kamar Yariba, Tak Lama Tewas, Ternyata Ini yang Terjadi


Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved