Masih 1 Juta Buruh Perkebunan di Sumut Terdaftar Program Kecelakaan Kerja, Ini Tindakan Serbundo

Herwin mengatakan jumlah buruhperkebunan di Sumut lebih kurang sebanyak 4 juta tapi hanya 1 juta buruh saja yang terdaftar dalam program perlindungan.

TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis (dua dari kiri) di dampingi Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan Indonesia (SERBUNDO), Herwin Nasution (dua dari kanan), dan Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Provsu, Frans Bangun (kiri) dalam acara MOU antara Serikat Pekerja Perkebunan dengan BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Grand Antares, Medan, Senin (11/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Buruh perkebunan di Sumatera Utara (Sumut) masih banyak yang belum mendapat perlindungan kecelakaan kerja. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan Indonesia (SERBUNDO), Herwin Nasution.

Herwin mengatakan jumlah buruh perkebunan di Sumut lebih kurang sebanyak 4 juta tapi hanya 1 juta buruh saja yang terdaftar dalam program perlindungan kecelakan kerja.

"Hanya 30 persen yang ikut program BPJS Ketenagakerjaan," kata Herwin saat acara MOU antara
Serikat Pekerja Perkebunan dengan BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Grand Antares, Medan, Senin, (11/3/2019)

Herwin mengatakan biasanya yang ikut program BPJS Ketenagakerjaan umumnya adalah Direksi, Staf dan Karyawan, sedangkan buruh belum begitu banyak. Melalui kerjasama ini maka diharapkan dapat mendekatkan dan membagun komunikasi yang baik antara pengusaha, serikat buruh dan juga BPJS Ketenagakerjaan.

"Dimana buruh bisa terjamin hak-haknya untuk mendapatkan perlindungan dari program BPJS Ketenagakerjaan ini. Selain itu kerjasama ini juga bisa memperkecil jarak antara stakeholder perkebunan dengan BPJS ketenagakerjaan. Sehingga antara buruh, perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan terjalin komunikasi yang baik," ucapnya.

Herwin menjelaskan dengan sosialisasi dan edukasi maka serikat buruh dapat lebih memahami fungsi BPJS ketenagakerjaan. "Tentu kita di serikat buruh memberikan pendidikan dan sosialisasi kepada serikat buruh agar lebih memahami apa itu fungsi tentang BPJS ketenagakerjaan,"katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis mengatakan tujuan kerjasama ini untuk mengajak perusahaan, kontraktor perkebunan mendaftarkan buruh harian lepas agar mendapat perlindungan ketenagakerjaan.

"Kalau mereka (buruh) mendapat kecelakaan, biaya perawatannya ditanggung bpjs ketenagakerjaan" kata Umardin.

Ia menjelaskan buruh dan pekerja perkebunan bisa mengikuti maksimal empat program BPJS Ketenagakerjaan ataupun hanya 2 program perlindungan, yakni kecelakaan kerja dan kematian.

"Kegiatan MoU ini diprakarsai oleh
SERBUNDO kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam hal ini bagaimana seluruh buruh perkebunan khususnya kelapa sawit terlindungi dalam perlindungan BPJS ketenagakerjaan, termasuk ownernya hingga buruh yang terendah juga. Pekerja yang borongan juga harus didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan," ujar
Umardin.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved