Ratusan Pebulutangkis Muda akan Bersaing pada Turnamen Bulutangkis Bertaraf Internasional Ini

perhelatan DAO di Medan tahun ini merupakan event yang memiliki ranking internasional Badminton Asia Confederation (BAC).

Ratusan Pebulutangkis Muda akan Bersaing pada Turnamen Bulutangkis Bertaraf Internasional Ini
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
(Dari kanan ke kiri) - Ketua pertandingan DAO 2019 Mimi Irawan, Ketua PBSI Sumut Suripno Ngadimin, Mantan Atlet Nasional Alan Budikusuma, Rokky Irvayandi dari Astra Daihatsu, Haryan Kepala Cabang Daihatsu SM Raja, dan Refa Giriyanda dari Frisian Flag 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) Sumut resmi menggelar turnamen bertaraf internasional bertajuk Daihatsu Astec Open 2019 yang akan dilaksanakan dari tanggal 12-16 Maret di GOR PBSI Sumut, Jl. Willem Iskandar.

Sebanyak 514 pebulutangkis muda akan mengikuti event tersebut.

Ketua pertandingan Daihatsu Astec Open (DAO) 2019 Mimi Irawan dalam press conference di Istana Koki mengatakan, perhelatan DAO di Medan tahun ini merupakan event yang memiliki ranking internasional Badminton Asia Confederation (BAC).

Saat ini kata Mimi, sudah ada 5 kota yang memiliki peningkatan Ranking BAC yakni Medan (Sumatera Utara), Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Sedangkan 2 kota lainnya yakni Balikpapan dan Makasar masih pada posisi level sirkuit Nasional (Sirnas) B.

"Dari dulu sirnas B, sekarang jadi level internasional Badminton Asia Confederation (BAC). Lima kota BAC, ada dua kota masih sirnas B. Pemain luar negeri ikut dari Thailand dan India. Semakin atlet ikut poin bertambah.  Mudah-mudahan tahun depan Sirnas A,” ujarnya, Senin (11/3/2019).

Dijelaskannya, pada event tahun ini pihaknya ingin menekankan kualitas meski penyelenggaraan untuk tahun ini berkurang menjadi tujuh kota. Ke depan setelah event ini, Mimi berharap klub-klub bisa semakin hidup di Sumut dan Sumut bisa menjadi tuan rumah Pelatnas.

“Agar nyata medali ke depannya. Kita membina dari akar rumput. Medan mulailah dari usia dini. Naikkan ranking agar bobotnya lebih baik," tambahnya.

Sementara itu, mantan atlet Bulu Tangkis Nasional Alan Budikusuma yang turut hadir pada press conference tersebut mengatakan, kejuaraan untuk kelompok umur U-13, U-15 dan U-17 ini terus berusaha ditingkatkan setiap tahunnya. Baik saat masih berdiri sendiri maupun sejak empat tahun terakhir bekerja sama dengan Daihatsu.

“Kita sudah naikkan level jadi internasional. Dengan level internasional pemain terdaftar di ranking dunia BWF. Mereka memiliki ID BWF. Saya juga sebagai pengurus PP PBSI membantu memberikan kesempatan turnamen sebanyak-banyaknya kepada daerah. Saya berharap semakin banyak pemain bulutangkis dari luar Jawa,” kata Alan.

Alan juga menambahkan, atlet-atlet potensial dari Sumut harus dimunculkan kembali. Apalagi sudah tiga setengah tahun terakhir event seperti ini vakum di Medan.

“Saya tidak mau menyia-nyiakan potensi di Sumut. Anthony Ginting salah satu dari Medan walaupun berlatih di Bandung. Mereka ini kita siapkan untuk kejuaraan Asia Junior dan Dunia Junior. PBSI sudah menyiapkan dari usia dini. Program berkesinambungan bagus bagi pemain Indonesia bertanding. Drawing di BWF. Dengan potensi yang baik dan pengurus yang baik maka saya yakin Medan bisa bangkit,” tambahnya.

Lebih lanjut, Alan yang juga perwakilan dari Astec ini mengatakan, perhelatan Daihatsu Astec Open untuk kota Medan tahun 2019 ini merupakan salah satu event bertaraf internasional. Karena itu event tersebut juga bisa diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh kawasan benua Asia.

"Khususnya di kota Medan tahun 2019 kita sudah upgrade atau naikan levelnya menjadi level internasional jadi pesertanya di seluruh Asia," ujarn peraih medali emas bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona 1992 ini.

Maka dari itu, suami Susi Susanti itu berharap dengan adanya turnamen Daihatsu Astec Open 2019 ini akan dapat melahirkan bibit-bibit muda baru yang bisa dibina berkelanjutan. Dengan melakukan pembinaan sejak usia muda maka diharapkan akan lahir atlet-atlet bulu tangkis dari Sumatera Utara yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

"Harapan saya ke depan semakin banyak pemain bulu tangkis dari luar Jawa yang bisa berprestasi seperti Panji datang dari Medan. Saya harapkan semakin banyak lagi panji-panji yang baru di Sumut ini yang tujuannya mengembalikan kejayaan bulu tangkis dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata internasional," kata Alan yang juga pengurus PBSI pusat ini.

Tiket Gratis

Ketua pengprov PBSI Sumut Suripno Ngadimin dalam press conference persiapan jelang Daihatsu Astec Open 2019 mengatakan DAO tahun ini merupakan kepercayaan besar yang diberikan kepada Sumut setelah tahun 2016 terakhir kali. Apalagi dirinya yang baru tiga hari dilantik sedang berusaha membenahi bulu tangkis Sumut.

“Di punggung saya makin berat doa dan dukungan terus berdatangan. Minimal satu medali untuk PON ditargetkan. Prestasi itu yang harus kita kejar. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar. 
Kalau target lebih menekankan di usia dini. Peluang lebih besar. Tapi saya belum berani menjanjikan terlalu muluk, nanti kita bicara setelah digembleng satu dua tahun. Kita fokus ke Pengprov, SI, pelatihan, pelatih dan wasit,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua pengprov PBSI Sumut Suripno Ngadimin juga mengajak masyarakat Sumatera Utara khususnya kota Medan dan sekitarnya untuk datang beramai-ramai menonton kejuaraan Daihatsu Astec Open 2019 di GOR PBSI Sumut.

Setiap penonton kata Suripno tidak akan dipungut biaya alias gratis sehingga dapat menonton langsung serta mendukung para atlet yang bertanding.

"Untuk memancing animo masyarakat datang menonton tidak kena biaya apapun, tiket gratis, free of charge, tinggal nonton saja," jelasnya.

Lewat event ini, Suripno sangat berharap dengan adanya kejuaraan ini akan dapat membangkitkan kembali olahraga bulu tangkis di Sumut.

"Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan baik. Dengan bulu tangkis ini bukan hanya meningkatkan kesehatan, tapi bisa kita tekan kejahatan narkoba, kejahatan begal ataupun tawuran," katanya.

Dibuka oleh Wagubsu

Sebanyak 514 pebulutangkis muda mengikuti Daihatsu Astec Open (DAO) 2019 di GOR PBSI Sumut yang dimulai Selasa (12/3) hingga Sabtu (16/3) di GOR PBSI Sumut, Jalan Willem Iskandar, Medan. Kejuaraan bulutangkis DAO 2019 berlevel internasional ini rencananya akan dibuka Wagubsu, Musa Rajekshah.

Kota Medan menjadi tuan rumah pertama dari 7 rangkaian Daihatsu Astec Open di tahun ini yang merupakan kerjasama antara Pengprov PBSI Sumut, Daihatsu dan juga Frisian Flag ini. Selain kota Medan, turnamen ini juga akan menyambangi kota lainnya di Indonesia yakni Balikpapan (26-30 Maret), Bandung (2-6 Juli), Yogyakarta (20-24 Agustus), Makasar (10-14 September), Surabaya (8-12 Oktober), dan Jakarta (4-9 November).

Rokky Irvayandi, ADM domestic Marketing Division Astra Daihatsu mengatakan, Daihatsu ingin berkontribusi dalam kejayaan bulutangkis Indonesia. Itu menjadi latar belakang mereka terjun ke bulutangkis sejak empat tahun terakhir.

"Memasuki tahun keempat Daihatsu Astec Open. 2016 kami mencari CSR di bidang apa, akhirnya kami studi olahraga apa yang pas dan akhirnya memilih bulutangkis. Kami ingin berkontribusi mengharumkan nama indonesia di tingkat dunia. Dulunya Astec sudah ada setahun sekali di Jakarta. Jadi 7 kali dalam setahun. Kelasnya juga kami tingkatkan,” kata Rokky didampingi Haryan, Kepala Cabang SM Raja.

“Tahun lalu kami bekerjasama dengan Candra Wijaya bentuk klub bulutangkis Daihatsu Candra Wijaya. Kami berharap dari klub dimunculkan masa depan Indonesia. Tahun ini kami juga gelar pertandingan tiga negara mengambil dari juara-juara Daihatsu Open under 12 dan pemain terbaik dari klub Daiihatsu Chandra Wijaya,” tambahnya.

Sementara itu Refa Hayudi Giriyanda, Corporate sustainability Development manager PT Frisian Flag mengatakan, kehadiran pihaknya dalam event ini karena memiliki visi membangun keluarga kuat indonesia. Salah satunya menginspirasi anak-anak tetap bergaya hidup sehat dan aktif.

"Kami berbangga join sebagai minuman susu resmi DAO 2019. Naik level even ini menjadi inspirasi yg baik semangat dan fisiknya dari asupan gizi yg baik. Olahraga paling digemari dan banyak dilakukan anak Indonesia,” pungkasnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved