Dalam Keadaan Sakit, Armen Lubis Tak Kunjung Terima Surat Penghentian Kasus Mujianto

Secara resmi mereka belum menyampaikan pemberitahuan kepada klien kita. Nggak bisa kita tafsir-tafsir.

Dalam Keadaan Sakit, Armen Lubis Tak Kunjung Terima Surat Penghentian Kasus Mujianto
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Tim Kuasa Hukum Penggugat Armen Lubis, Law Office Arizal mendatangi kantor PN Medan dengan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum nomor perkara 161/Pdt.G/2019/PN Mdn dengan tergugat satu Kejati Sumut, tergugat dua Kejaksaan Agung RI dan Presiden RI 

Terakhir ia menambahkan bahwa langkah kuasa hukum masih akan menunggu arahan dari Armen Lubis selaku korban dalam kasus ini.

"Dalam hal ini kita lihat dululah, apakah ini sekedar wacana, apakah benar. Kami saat ini fokus dulu terhadap gugatan perdata yang dilayangkan klien kami. Kalau memang itu yang terjadi, langkah-langkah hukum kan bisa kita buat. Sebagai warga negara yang baik, bermainlah kita di level hukum," tutup Arizal.

Sebelumnya, Kejati Sumut mengajukan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) untuk kasus penipuan bernilai 3 miliar oleh terdakwa pengusaha Mujianto dan Rosihan Anwar.

Padahal Kasus dugaan penipuan dengan nomor STTLP/509/IV/2017 SPKT II dengan kerugian materil Rp 3 miliar sebelumnya telah rampung P21 dari Polda Sumut dan diterima Kejati Sumut pada 26 Juli 2018 dan sudah selesai (P22).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut Fachruddin membeberkan perkara tersebut tidak layak masuk ke sehingga melakukan pengajuan SKP2.

"Ya itu kan ada ketentuan di kita sebelum ke pengadilan kita teliti dulu layak apa gak untuk diajukan (persidangan). Kami berpendapat belum layak. Maka kami mengajukan ke pusat untuk menunggu dari pusat persetujuan untuk di SKP2," terangnya, Rabu (6/3/2019).

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved