Upaya Lobi Pemkab Batubara Hingga Nelayan yang Ditahan Polisi Diraja Malaysia Bisa Bebas

Pemerintah Kabupaten Batubara memberi keterangan soal enam orang warganya yang bekerja sebagai nelayan tradisional

Upaya Lobi Pemkab Batubara Hingga Nelayan yang Ditahan Polisi Diraja Malaysia Bisa Bebas
TRIBUN-MEDAN/Indra Gunawan
Nelayan asal Kabupaten Batubara, Ridwan langsung menciumi anak dan istrinya begitu tiba di Bandara Kualanamu Selasa, (12/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Kabupaten Batubara memberi keterangan soal enam orang warganya yang bekerja sebagai nelayan tradisional bisa kembali ke tanah air dan dapat berkumpul bersama keluarga dalam waktu singkat meskipun telah ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia karena dianggap melewati batas perairan ketika melaut. 

Enam orang itu yakni Muhammad Hadi (73), Misdi (45), Zulkifli (39), Badri (43), Ridwan (30) dan Bahan (30) yang seluruhnya merupakan warga Desa Lalang Kecamatan Medang Deras.

Kadis Sosial Batubara, Bahrumsyah yang ikut menyambut kedatangan enam orang nelayan tersebut di Bandara Kualanamu mengatakan kepulangan nelayan ini bisa dilakukan dengan cepat karena Pemkab bersikap cepat dan tanggap. 

Disebut kalau penderitaan masyarakat adalah penderitaan Pemkab.

" Atas dasar itu Pemkab kemudian menunjuk siapa lawyer yang kemudian bisa dapat menangani. Masalah ini bukan kita anggap main-main, ini bukan lagi masalah tingkat Kabupaten atau Provinsi tapi karena ini sudah internasional karena berbeda negara harus ada upaya yang ditempuh,"ujar Bahrumsyah.

Saat itu, lanjut Bahrumsyah tidak ada waktu untuk berleha-leha. Setelah mendapat informasi baru kemudian menunjuk Darius sebagai tim advokasi untuk menjembatani masalah ini. 

Sementara itu Darius menambahkan nelayan ini tidak sampai dilakukan penuntutan karena dirinya berhasil meyakinkan berbagai pihak yang ada di Malaysia.

" Bersama dengan dengan konsulat jenderal kami menemui nelayan. Selanjutnya kami dialog dengan departemen terkait. Kami minta mereka harus dibebaskan dari tuntutan. Mereka tidak berkehendak untuk mencuri. Batas kontinental saja belum jelas dan mereka ini terdampar,"kata Darius.

Karena saat itu nelayan ini didatangi oleh perompak dan GPS nya dibawa, lanjut Darius makanya mereka bisa terombang ambing. 

" Secara logika kapal mereka ini hanya 5 GT Dan alat tangkapnya masih kecil. Jadi memang ada empat alasan hukum makanya mereka ini tidak boleh dituntut. Lantas mereka (Polisi Diraja Malaysia) pertimbangkan hal ini,"katanya. 

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved