Ema Purba Bertekad Main di PON Usai Raih Medali Emas Kejurda Wushu Sanda Sumut 2019

Ema Surbina Br Purba merupakan satu dari belasan kontingen Pengcab tanah Karo yang berhasil menyabet medali emas

Penulis: Chandra Simarmata |
Tribun Medan/Chandra
Ema Surbina Br Purba peraih medali emas kelas 48 kg senior Putri di Kejurda Wushu Sanda Sumut 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ema Surbina Br Purba merupakan satu dari belasan kontingen Pengcab tanah Karo yang berhasil menyabet medali emas pada Kejurda Wushu sanda (tarung) Sumatera Utara tahun 2019 baru-baru ini.

Di partai Final yang digelar di aula sekolah Cinta Budaya jalan Willem Iskandar, Kompleks MMTC, Medan, Ema yang turun di kelas 48 kg senior putri berhasil mengalahkan Nomi Permata Sari Hutauruk, pewushu asal Kabupaten Asahan.

Atas Raihan medali emas tersebut, atlet muda Kelahiran tahun 1998 ini mengaku bangga khususnya kepada keluarganya. 

Selama persiapan, Ema mengatakan Selain giat berlatih teknik, dirinya juga melatih kekuatan fisik dan kecepatan dengan melakoni olahraga lari.

"Bangga sama keluarga. Sekitar 5 bulan, yang dipersiapkan semua teknik bantingan, pukulan, tendangan. Yang dilatih kecepatan, karena aku kelas 48 kg harus cepat, speed nya harus punya, fisik juga, sprint 400 meter untuk daya tahan," ujarnya, Rabu (13/3/2019).

Namun pada pertandingan tersebut, meski meraih juara 1, Ema juga mengaku masih merasa kurang puas. 

Pasalnya sewaktu di final dirinya kurang mendengarkan instruksi dari pelatihnya untuk belum bisa memberi hasil lebih maksimal di pertandingan.

"Tapi Kurang puas juga soalnya karena waktu final kurang mendengarkan instruksi dari pelatih," ungkap Peraih medali perak Kejurnas open turnamen di Semarang 2018 ini.

Lebih lanjut, Pascaberakhirnya Kejurda Wushu Sanda , Ema mengatakan akan kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti event lainnya seperti Kejurnas Wushu yang rencananya digelar bulan Juni mendatang di Bangka Belitung. 

Ajang Kejurnas di Babel tersebut juga merupakan kesempatan baginya untuk merebut tiket menuju PON Papua 2020

Apalagi dengan meraih juara 1 maka Ema yang juga alumni SMK Immanuel 2 Kabanjahe itu akan memiliki peluang besar untuk bisa mewakili Sumut di ajang kejurnas PraPON 2019 di Bangka Belitung.

"Mudah-mudahan (ikut dipanggil), kemungkinan besar masih seleksi sama senior. Harapan bsa yang terbaiklah di PraPON (Bangka Belitung) itu bang. Semoga bisa jadi atlet berprestasi dan jadi lebih baik lagi. Semoga bisa bertanding di PON ," kata Peraih medali perunggu Kejurnas road to Asian Games Jakarta 2017 ini.

Untuk diketahui, Partai final Kejurda Wushu Sanda 2019 digelar di aula sekolah Cinta Budaya jalan Willem Iskandar, Kompleks MMTC, Minggu (10/3/2019) dan diakhiri dengan kepulangan seluruh kontingen luar Medan pada Senin (11/3/2019).

Kejurda tersebut diikuti sekitar 200 an peserta dari 12 pengurus cabang kabupaten/kota di Sumut.

Pengcab Kabupaten Tanah Karo akhirnya berhasil keluar sebagai juara umum kejurda wushu untuk kategori tingkat senior dengan mengumpulkan medali emas terbanyak. 

Gelar tersebut diraih usai kontingen Wushu Kabupaten Tanah karo mengumpulkan sebanyak 7 emas, 1 perak, dan 1 medali perunggu dari atlet putra maupun putri.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved