Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan Minta Pemkab Serius Promosikan Kuliner Lokal

Ikan Sale, Anyang Ayam, Tumis Ayam, Sambal Tuk-tuk, hingga kuliner legendaris yang memiliki sejarah panjang yaitu Kue Rasidah.

Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan Minta Pemkab Serius Promosikan Kuliner Lokal
TRIBUN MEDAN/HO
Ketua PB Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (Iklas) Sumut, Rivai Nasution, meminta Pemkab Labusel serius promosikan kuliner lokal Labusel. 

TRIBUN-MEDAN.com - Labuhanbatu Selatan memiliki kuliner yang beragam, dan telah ada sejak dahulunya seperti Ikan Sale, Anyang Ayam, Tumis Ayam, Sambal Tuk-tuk, hingga kuliner legendaris yang memiliki sejarah panjang yaitu Kue Rasidah.

Namun pertanyaan yang sering muncul adalah apakah kuliner yang ada di Labusel saat ini sudah benar-benar dikenal oleh daerah lain?

“Kuliner yang ada di Labusel sangat beragam, sehingga kalau bercerita tentang kuliner atau gastronomi Labusel, sudah pasti tak akan ada habisnya. Tetapi dari keberagaman kuliner ini, yang paling dikenal oleh orang adalah anyang ayam, sebab dalam setiap acara kenduri anyang ayam sudah pasti di suguhkan oleh ahli bait. Apalagi kalau ada tamu dari luar,” ujar Ketua PB Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (Iklas) Sumut, Drs. Riva Nasution, MM kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Rivai mengatakan dalam mempromosikan kulinner daerah Pemkab Labusel harus lebih serius baik melalui pammeran-pameran maupun dalam agenda kegiatan lainnya.

Disamping itu, melalui dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus tetap mensosialisasikannya dalam betuk event-event lomba. Sehingga masyarakat termotivasi untuk menciptakan kualitas kuliner yang telah lama menjadi andalan daerah. Karena sampai saat ini Labusel tidak punya produk unggulan yang bisa dipromosikan secara regional maupun nasional.

“hal paling dasar untuk memperkenalkan kuliner Labusel adalah dimulai dari kualitas bahan dasarnya terlebih dahulu. Dari bahan dasar yang berkualitas akan menciptakan hidangan yang berkualitas pula, sehingga kita juga akan percaya diri untuk memperkenalkannya ke dunia luar, nah setelah kualitas bahan dasar sudah standart, Pemkab harus melindunginya dengan satu produk hukum baik itu mlalui Pearturan Daeran maupun Peraturan Bupati. Jadi semua jenis kuliner yang ada di Labusel memiliki legalitas yang disahkan oleh pemerintah. Sehingga kuliner inilah yang menjadi lokomotif Promosi ke daerah luar ” ujar Rivai.

Sementara Ust. Amiruddin Harahap mengatakan apa yang disampaikan Ketua PB Iklas patut dijadikan motivasi bagi masyarakat Labusel dalam hal peningkatan kualitas kuliner itu sendiri salah satunya ikan sale yang pembuatannya di daerah Labuhan. Sudah seharusnya Pemerintah melalui dinas Perindagko/UKM membantu mereka dengan memberikan tenda yang memadai untuk berjualan dan melakukan pelatihan dalam proses pembuatan ikan sale tersebut.

“Jadi kesan kumuh saat melintasi jembatan labuhan tidak akan terlihat dengan penyeragaman tenda jualan mereka” kata Ust. Amiruddin Harahap

Dinas pariwisata harus lebih tanggap dengan permasalahan promosi kuliner Labusel agar potensi ini tidak hilang begitu saja dan diganti dengan kuliner dari luar. Sebab sudah mulai terlihat dengan menjamurnya Rumah Makan Holat dan rumah makan khas daerah lain di beberapa daerah yang ada di Labusel, namun Rumah Makan Anyang Ayam atau sambal tuktuk tidak ada.

"Kalaupun ada hanya sekedar pelengkap menu makanan saja. Konsep kuliner Labusel harus di desain sedemikian rupa agar masyarakat tertarik untuk mempopulerkannya di tengah-tengah masyarakat," harapnya.

(*/tribun-medan.com)

Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved