Kesaksian Siregar tentang Sosok Abu Hamzah: Orang Sibolga Asli dan Pintar Perbaiki Listrik

Siregar menyatakan seminggu lalu dirinya pernah menyuruh Abu Hamzah untuk memperbaiki lampu di rumahnya.

Kesaksian Siregar tentang Sosok Abu Hamzah: Orang Sibolga Asli dan Pintar Perbaiki Listrik
Tribun Medan/istimewa
Suasana saat Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Tim Gegana lakukan penggeledahan yang diduga bahan peledak seberat 30 Kg di kediaman rumah Simanjuntak, Jalan Kutilang, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan. 

Dalam video kedua berdurasi sembilan detik, terlihat beberapa petugas kepolisian berpakaian lengkap berlari menuju lokasi TKP. Seorang warga bernama Ani membenarkan ada suara ledakan saat penggerebekan.

"Belum tahu apa ledakannya itu. Tapi, suaranya keras kali, kami langsung keluar rumah," kata warga bernama Ani di Sibolga. Pascaledakan petugas kepolisian langsung mensterilkan lokasi TKP. Warga diperintahkan menjauh dalam radius sekitar 200 meter dari lokasi penggerebekan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto langsung terbang ke Sibolga menggunakan helikopter didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan mendarat di Lapangan Horas, Sibolga sekitar pukul 16.30 WIB.

Namun, saat dihubungi Tatan belum berani berkomentar.

"Kalau sudah ada informasi langsung saya kabari," ujarnya. Sesampainya di Sibolga, Agus didampingi Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani langsung menuju lokasi ledakan.

Kepala Divisi Humas Polri membenarkan, Selasa sekitar pukul 14.23 WIB telah dilakukan penangkapan terduga teroris.

"Telah diamankan diduga pelaku teroris atas nama Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumut," kata Iqbal, Selasa. Ia menjelaskan, saat akan dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi ledakan yang melukai petugas. Diduga dalam rumah pelaku, ada istri terduga teroris dan anaknya.

Setelah penangkapan Husain, polisi melakukan pemeriksaan di kediamannya.

"Saat dilakukan pengecekan awal di rumah terduga pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB, terjadi bom meledak yang melukai petugas," ujar Iqbal.

Jenderal polisi bintang dua tersebut menambahkan di lokasi ledakan masih ada istri dan anak Husain.
Menurutnya, Densus tengah melakukan upaya negosiasi agar istri dan anak terduga teroris menyerahkan diri.

"Petugas dibantu tokoh masyarakat, tokoh agama, setempat sedang negosiasi agar yang di dalam rumah menyerahkan diri," ucap Iqbal.

Seorang tokoh agama di Sibolga Ustaz Zainun melakukan upaya persuasif berbicara lewat pengeras suara masjid. Dia meminta istri terduga teroris untuk segera menyerahkan diri.

"Menyerahlah, ingat anakmu. Jangan kau korbankan anakmu. Bicarakan baik-baik kalau ada masalah. Tidak ada agama yang mengajarkan hal yang begitu. Menyerahlah," kata Zainun.

Iqbal menjelaskan, penangkapan Husain hasil pengembangan penyelidikan kasus terorisme yang sudah diungkap sebelumnya. Namun, ia tidak ingin menjelaskan lebih jauh agar tidak mengganggu proses penyelidikan.

"Jelas terduga pelaku tindak pidana terorisme yang sudah ditangkap ada kaitannya (dengan kasus terorisme). Nanti beberapa kaitannya akan kami rilis," katanya dikutip dari Kompas.com.

Berkerumunan

Warga masih berkumpul di lokasi kejadian penangkapan terduga teroris hingga malam.

"Tempat kita berdiri ini, bukan lokasi sebenarnya. Ada sekitar 150 meter lagi ke lokasi penangkapan itu," kata warga sekitar yang mengenakan kaus berkerah warna abu-abu, Selasa malam.

Pria paruh baya, yang enggan menyebutkan namanya tersebut, menyatakan, tahu ada ledakan saat mengikuti kegiatan di Lapangan Maremare. "Saat itu, saya lagi mengikuti kegiatan Wakil Wali Kota Sibolga. Terus ada yang bilang ada ledakan di Jalan Cendrawasih. Makanya saya ke sini," ujarnya.

Pantauan di lapangan, masyarakat masih memadati lokasi kejadian, meskipun jaraknya sekitar 150 meter dari TKP. Sebab, pihak kepolisian melarang warga mendekati lokasi ledakan, yang persis di depan Masjid Al-Mukhlisin.

Bawa Amunisi
Pada hari yang sama di Kota Yogyakarta, seorang pria membawa amunisi mendatangi Markas Komado (Mako) Satuan Brimob Polda DIY. Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan, kronologis kejadian tersebut, yakni ada seseorang pria yang mendatangi Mako Brimob untuk menanyakan suatu tempat.

"Beberapa hal lainnya belum bisa saya sampaikan. karena masih dalam penyelidikan. Oleh anggota kami, orang itu diamankan. Sesuai prosedur standar operasi (SOP), seluruh yang berkunjung ke kantor kami periksa," ujarnya.

Setelah diperiksa, lanjut dia, di dalam tas pria tersebut ditemukan beberapa bahan atau barang yang patut dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Ada beberapa butir peluru, ini sedang kami teliti butir peluru jenis apa, tipenya apa, peruntukkannya untuk senjata apa," tuturnya.

Polda DIY melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dan telah dibuatkan laporan polisi Model A.

"Kami sudah buatkan laporan polisinya. Diduga ada barang-barang yang cukup bukti untuk kami sangkakan nanti sebagai barang yang kepemilikannya harus ada izin yaitu barang bahan peledak," katanya.

Ia menambahkan, sementara ini, yang bersangkutan akan dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Dalam tas pria tersebut tidak ditemukan senjata api maupun senjata tajam.

"Yang jelas membuat kami melakukan pemeriksaan lebih detail. Sekarang kami sedang lakukan penyelidikan atas dugaan orang yang membawa bahan peledak," ungkapnya.

Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri membenarkan pihaknya mengamankan seorang pria. Namun, pria tersebut bukan menyusup, melainkan bertamu. Ketika diperiksa ternyata ditemukan barang-barang mencurigakan, satu di antaranya magasin dan peluru-peluru senjata api laras panjang.

"Bukan penyusup, tapi orang mau bertamu terus ketika diperiksa isi tasnya ada barang-barang mencurigakan. Lalu yang bersangkutan diamankan. Masih dimintai keterangan," kata Dofiri.

Dari foto yang beredar, terlihat barang bawaan pria yang diamankan oleh kepolisian DIY tersebut diletakkan di atas meja. Terlihat lima buku, mulai dari buku Kamus Bahasa Arab, buku Pengantar Bahasa Ibrani, The Rise of Majapahit, Tuntunan Shalat Lengkap, dan satu buku bergambar pesawat tempur.

Selain itu, nampak magasin beserta peluru senjata api laras panjang yang ditata berjejer. Ada pula lembaran uang kertas, kartu ATM hingga sejumlah pas foto.(tribunnetwork/ tribunjogja/ mtf/akb/mak/dit/era)

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved