Pascateror Bom Sibolga, Pengamanan Pelabuhan Sambas Diperketat terkait Kunker Presiden Jokowi

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas IV Sibolga, melakukan pengawasan pintu keluar-masuk dermaga.

Pascateror Bom Sibolga, Pengamanan Pelabuhan Sambas Diperketat terkait Kunker Presiden Jokowi
TRIBUN MEDAN/IRFAN AZMI SILALAHI
Kepala KSOP Klas IV Sibolga, Augustia Waruwu 

"Saya mengimbau, seluruh camat, lurah dan kepling rutin memantau indekos. Masyarakat pendatang atau masyarakat yang baru pulang merantau yang dicurigai segera dilaporkan," ujarnya.

"Ini perbuatan terkutuk. Dan perbuatan inintidak dibenarkan agama apapun. Mari kita bersatu melawan teroris. Jangan takut, mari bersama kita ciptakan iklim yang kondusif untuk Sibolga dan Tapteng," ujarnya.

Pengamatan Tribun-Medan.com, teror bom bunuh diri di kawasan Jalan Cenderawasih, Sibolga hingga, Rabu (13/3/2019) siang masih membuat takut warga.

Masyarakat yang tinggal di Jalan Merpati, tak jauh dari lokasi kejadian mengaku masih khawatir. Suara ledakan dari rumah Husein atau Abu Hamzah sejak Selasa petang hingga Rabu dini hari masih membekas di ingatan warga.

"Khawatirlah. Tidak pernah diajarkan dalam agama. Apalagi itu (bom bunuh diri) merusak ketentraman. Ramai kali tadi malam di sini, macam pasar," ujar Pak Gulo, yang membuka usaha alat tulia kantor (ATK) tepat di persimpangan Jalan Cendrawasih-Jalan Merpati.

Ia mengaku, ledakan bom paling kuat terjadi dari kediaman Husein pada Rabu dini hari. "Yang saya tahu, yang dini hari itu istrinya (terduga teroris) yang meledakkan diri," jelasnya.

Masih kata Gulo, ia menengal sosok Husein sebagai ahli/tukang listik. Bahkan, jauh sebelum kejadian Husein pernah memperbaiki jaringan listrik rumahnya. Atas peristiwa ini, ia menduga kemampuan Husein di bidang kelistrikan dimanfaatkan jaringan tertentu untuk merakit bom.

"Yang (ledakan) dini hari suaranya kuat kali. Kita pun agak heran dari mana masuk otaknya (doktrik). Biasa saja (personal Husein dikenal). Dan (atas kejadian ini) saya berkesimpulan keahlian listrik dia salah letak dan jaringan (tertentu) ini memanfaatkan dia," jelas Gulo.

"Nama dia di sini Upang dikenal. Nama aslinya Husei. Entah siapa yg membuat nama dia Abu Hamzah, " tambah Gulo.

Sementara iru, masih di lokasi yang sama kerumunan masyarakat penasaran melihat-lihat kediaman terduga pelaku teroris. "Saya gak tahu, kami mengungsi saja karena dibilang orang-orang mengungsi saya mengungsi saja," ujar seorang pria paruh baya.

Masih di lokasi sama, polisi melakukan sterilisasi lokasi kejadia. Di mana, radius 400 meter dari kediaman terduga teroris warga diminta untuk mengungsi.

(irf/tribun-medan.com)

Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved