Edisi Cetak Tribun Medan

Polisi Bujuk Istri Terduga Teroris Serahkan Diri, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Bantu Negosiasi

Menggunakan pengeras suara masjid, polisi menyampaikan, anaknya tidak tahu apa-apa dan masa depannya masih panjang.

Polisi Bujuk Istri Terduga Teroris Serahkan Diri, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Bantu Negosiasi
Facebook/Joko Suseno
Warga berkumpul usai terjadi ledakan di Kota Sibolga Jalan Cenderawasih, Selasa (12/3/2019). 

Pria paruh baya, yang enggan menyebutkan namanya tersebut, menyatakan, tahu ada ledakan saat mengikuti kegiatan di Lapangan Maremare. "Saat itu, saya lagi mengikuti kegiatan Wakil Wali Kota Sibolga. Terus ada yang bilang ada ledakan di Jalan Cendrawasih. Makanya saya ke sini," ujarnya.

Pantauan di lapangan, masyarakat masih memadati lokasi kejadian, meskipun jaraknya sekitar 150 meter dari TKP. Sebab, pihak kepolisian melarang warga mendekati lokasi ledakan, yang persis di depan Masjid Al-Mukhlisin.

Bawa Amunisi
Pada hari yang sama di Kota Yogyakarta, seorang pria membawa amunisi mendatangi Markas Komado (Mako) Satuan Brimob Polda DIY. Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan, kronologis kejadian tersebut, yakni ada seseorang pria yang mendatangi Mako Brimob untuk menanyakan suatu tempat.

"Beberapa hal lainnya belum bisa saya sampaikan. karena masih dalam penyelidikan. Oleh anggota kami, orang itu diamankan. Sesuai prosedur standar operasi (SOP), seluruh yang berkunjung ke kantor kami periksa," ujarnya.

Setelah diperiksa, lanjut dia, di dalam tas pria tersebut ditemukan beberapa bahan atau barang yang patut dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Ada beberapa butir peluru, ini sedang kami teliti butir peluru jenis apa, tipenya apa, peruntukkannya untuk senjata apa," tuturnya.

Polda DIY melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dan telah dibuatkan laporan polisi Model A.

"Kami sudah buatkan laporan polisinya. Diduga ada barang-barang yang cukup bukti untuk kami sangkakan nanti sebagai barang yang kepemilikannya harus ada izin yaitu barang bahan peledak," katanya.

Ia menambahkan, sementara ini, yang bersangkutan akan dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Dalam tas pria tersebut tidak ditemukan senjata api maupun senjata tajam.

"Yang jelas membuat kami melakukan pemeriksaan lebih detail. Sekarang kami sedang lakukan penyelidikan atas dugaan orang yang membawa bahan peledak," ungkapnya.

Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri membenarkan pihaknya mengamankan seorang pria. Namun, pria tersebut bukan menyusup, melainkan bertamu. Ketika diperiksa ternyata ditemukan barang-barang mencurigakan, satu di antaranya magasin dan peluru-peluru senjata api laras panjang.

"Bukan penyusup, tapi orang mau bertamu terus ketika diperiksa isi tasnya ada barang-barang mencurigakan. Lalu yang bersangkutan diamankan. Masih dimintai keterangan," kata Dofiri.

Dari foto yang beredar, terlihat barang bawaan pria yang diamankan oleh kepolisian DIY tersebut diletakkan di atas meja. Terlihat lima buku, mulai dari buku Kamus Bahasa Arab, buku Pengantar Bahasa Ibrani, The Rise of Majapahit, Tuntunan Shalat Lengkap, dan satu buku bergambar pesawat tempur.

Selain itu, nampak magasin beserta peluru senjata api laras panjang yang ditata berjejer. Ada pula lembaran uang kertas, kartu ATM hingga sejumlah pas foto.(tribunnetwork/ tribunjogja/ mtf/akb/mak/dit/era)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved