Terdakwa Perampokan Ditolak Masuk ke Rutan Tanjung Gusta Setelah Dirawat Usai Keguguran

Auryn ditolak usai menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat mkeguguran.Terdakwa dalam kasus perampokan itu masih berada di Kejari Medan

Terdakwa Perampokan Ditolak Masuk ke Rutan Tanjung Gusta Setelah Dirawat Usai Keguguran
TRIBUN-MEDAN/Istimewa
Terdakwa Perampokan Ditolak Masuk ke Rutan Tanjung Gusta Setelah Medapatkan Perawatan Usai Keguguran. 

Terdakwa Perampokan Ditolak Masuk ke Rutan Tanjung Gusta Setelah Medapatkan Perawatan Usai Keguguran

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah tahanan (Rutan) Wanita Tanjung Gusta Medan menolak seorang tahanan bernama Auryn Kenekeysia (23) warga Jalan Damar, Perumnas Simalingkar, Selasa (12/3/2019) kemarin.

Auryn ditolak usai menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat mengalami keguguran. Akibatnya, wanita yang menjadi terdakwa dalam kasus perampokan itu masih berada di Kejari Medan.

"Kami juga masih bingung. Karena mau dibantarkan juga tidak bisa karena ini kan tahanan hakim. Sementara Rutan menolak tahanan ini dengan berbagai alasan, " kata Kasi Pidum Kejari Medan Parada Situmorang, Rabu (13/3/2019).

Parada menjelaskan awalnya pada Selasa pagi, Auryn dibawa ke rumah sakit Royal Prima oleh petugas Rutan wanita untuk mendapat peratawan. Tak lama kemudian Kejari Medan mengutus Christina Natalia selaku jaksa penuntut umum dalam kasus itu.

"Nah kemudian diserahterimakan lah tahanan itu ke jaksa kita. Disana jaksa kita mendampingi tahanan itu untuk mendapatkan pertolongan medis karena mengalami keguguran," urai Parada.

Prabowo Pukul Pengawal, AKBP Rahmat Hakim Minta Maaf ke Prabowo dan Warga Cianjur, TONTON VIDEO. .

Jokowi Bersyukur Siti Aisyah Bebas, PM Malaysia: Sudah Mengikuti Aturan Hukum yang Berlaku

Tim Sukses Caleg Protes Alat Peraga Kampanye Jagoannya Dicopot: Semua Keluar Biaya. Kami jadi Rugi

Usai mendapat perawatan dan diyakini kondisi tahanan sudah membaik, JPU pun membawa Auryn yang didampingi orangtuanya itu kembali ke Rutan Wanita.

Namun ternyata pihak Rutan menolak menerima Auryn dengan memuat berita acara penolakan.

"Sudah di USG, janinnya sudah bersih dan sudah disuntik juga. Akhirnya karena pihak keluarga dan terdakwa menolak dilakukan kuret, mereka diperbolehkan pulang," ujarnya.

BOM DI SIBOLGA, Brigjen Dedi Prasetyo: Masih Ada Bom yang Bahayakan Petugas

Didirikan Cleaning Service Yayasan Al-Ishaq Urusi Kesenjangan Sosial dan Masa Depan Anak Yatim

Kabar Terkini Bom Sibolga - Istri Terduga Teroris Ledakkan Diri saat Dua Anak Masih Bersamanya

Tak Terima Dipecat, Mochamad Hunjamkan Pisau pada Bos di Depan Istri, Tewas Mengenaskan

"Masalahnya saat kita antar pulang, pihak Rutan menolak. Kami mempertanyakan dasar hukum pihak Rutan menolak tahanan itu. Padahal sesuai ketetapan pengadilan, dia (Auryn) merupakan tahanan hakim," ungkap Parada.

Kejari Medan belum berani membantarkan wanita itu ke rumah sakit lantaran belum ada penetapan dari pengadilan.

Istri Terduga Teroris Ledakkan Diri Bersama 3 Anaknya, Polisi Belum Berani Masuk Rumah

Penyanyi dan Aktor Jung Joon Young Sebarkan Video Mesum, Ini Tindakan Tegas Agensi

Istri Terduga Teroris Abu Hamzah Diduga Meledakkan Diri Menggunakan 4 Bom Berjenis Mirip Bom Lontong

"Di satu sisi kami juga mempertanyakan dasar hukum Rutan menolak tahanan ini, Kalau ada penetapan pembantaran dari hakim, JPU ada dasar hukum untuk merawat tahanan tersebut. Nah karena tidak ada, serta tahanan minta pulang dan menolak dikuret maka kami antar ke Rutan" jelas Parada.

Terpisah, Humas Kanwil Kemenkumham Sumut Josua Ginting mengaku belum menerima laporan ini.

"Saya cek dulu yah," ucapnya singkat.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved