Tak hanya Romahurmuziy, 4 Pejabat yang Ditangkap KPK, Menambah Daftar Pimpinan Parpol Terjerat Kasus

Melalui operasi tangkap tangan tersebut, KPK juga mengamankan sejumlah uang. Sederet pimpinan artai politik diciduk KPK

Tak hanya Romahurmuziy, 4 Pejabat yang Ditangkap KPK, Menambah Daftar Pimpinan Parpol Terjerat Kasus
KOMPAS.com/Abba Gabrillin
Tak hanya Romahurmuziy, 4 Pejabat yang Ditangkap KPK, Menambah Daftar Pimpinan Parpol Terjerat Kasus 

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum

Kemudian sebelum Suryadharma, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga terjerat korupsi.

Pengadilan Tipikor Jakarta pada 24 September 2019, menjatuhkan vonis bersalah dan menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara.

Majelis hakim menilai Anas terbukti menerima gratifikasi satu mobil Toyota Harrier senilai Rp 670 juta, satu mobil Toyota Vellfire senilai Rp 735 juta, kegiatan survei senilai Rp 478,63 juta, serta uang Rp 116,5 miliar dan 5,22 juta dollar AS atau setara Rp 50 miliar.

Anas Urbaningrum ditahan KPK, Jumat (10/1/2014)
Anas Urbaningrum ditahan KPK, Jumat (10/1/2014) (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Uang gratifikasi itu berasal dari fee proyek sarana olahraga terpadu Hambalang dan proyek APBN yang diurus Anas dan M Nazaruddin melalui perusahaan Anugerah Nusantara dan Grup Permai.

Gratifikasi tersebut, menurut majelis hakim, sebagian digunakan Anas untuk kepentingannya dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat saat kongres di Bandung, Mei 2010.

Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq

Kemudian pada 15 September 2014, kasasi Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman penjara 18 tahun penjara kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

Tidak hanya itu, dalam putusan kasasi, MA juga mencabut hak politik Luthfi untuk dipilih dalam jabatan publik.

Terpidana 18 tahun penjara Luthfi Hasan Ishaaq (kanan) bersiap melaksanakan ibadah Jumat di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (19/9/2014). Luthfi sebelumnya divonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyar subsider 1 tahun kurungan karena terbukti terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementrian Pertanian, namun putusan Kasasi di Mahkamah Agung menjatuhkan vonis 18 tahun penjara dan pencabutan hak politik kepada eks Presiden PKS tersebut.
Terpidana 18 tahun penjara Luthfi Hasan Ishaaq (kanan) bersiap melaksanakan ibadah Jumat di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (19/9/2014). Luthfi sebelumnya divonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyar subsider 1 tahun kurungan karena terbukti terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementrian Pertanian, namun putusan Kasasi di Mahkamah Agung menjatuhkan vonis 18 tahun penjara dan pencabutan hak politik kepada eks Presiden PKS tersebut. (Tribunnews.com/Dany Permana)

Luthfi terbukti melakukan hubungan transaksional dengan mempergunakan kekuasaan elektoral demi imbalan atau fee dari pengusaha daging sapi.

Luthfi terbukti menerima janji pemberian uang senilai Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama dan sebagian di antaranya, yaitu senilai Rp 1,3 miliar, telah diterima melalui Ahmad Fathanah. 

Baca: TERKAIT Prostitusi Online, 6 Wanita dan 2 Mucikari Diamankan dari Apartemen Kebagusan City

Baca: Menguak Daftar Kekayaan Romahurmuziy, Laporan di LHKPN Rp 11,8 M, Harta Lain di Situs acch.kpk.go.id

Baca: Penembakan Christchurch - Pengakuan Pelaku Penembakan di Masjid Al Noor terkait Merancang Serangan

Tak hanya Romahurmuziy, 4 Pejabat yang Ditangkap KPK, Menambah Daftar Pimpinan Parpol Terjerat Kasus

TAUTAN: Selain Romahurmuziy, Ada 4 Pejabat Kemenag Dibekuk KPK Hingga Daftar Ketum Partai Terlibat Korupsi,

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved