Mahfud MD - Menguak Kejanggalan soal Bagi-bagi Jabatan di Kemenag, Mahfud MD Angkat Bicara, Videonya

Mahfud MD mengatakan bahwa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak berdaya dalam penentuan jabatan-jabatan

Mahfud MD - Menguak Kejanggalan soal Bagi-bagi Jabatan di Kemenag, Mahfud MD Angkat Bicara, Videonya
foto/instagram @mohmahfudmd
Mahfud MD - Menguak Kejanggalan soal Bagi-bagi Jabatan di Kemenag, Mahfud MD Angkat Bicara 

TRIBUN-MEDAN.COM --Mahfud MD - Menguak Kejanggalan soal Bagi-bagi Jabatan di Kemenag, Mahfud MD Angkat Bicara.

//

Setelah penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkap keanehan di dalam Kementrian Agama (Kemenag).

Baca: Pesan Romahurmuziy untuk Istri dan Anaknya, Inilah Isi Lengkap Surat Rommy, Beredar di Media Sosial    

Mahfud MD mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan dalam pembagian jabatan di Kemenag.

Kejanggalan tersebut diungkapnya dalam tayangan Kabar Petang di TV One yang diunggah dalam chanel TvOneNews Jumat (15/3/2019).  

Baca: Pilot Selamat, Helikopter Jatuh, Inilah Indentitas Lengkap Kondisi Korban dan Penjelasan Basarnas

Baca: Pesan Romahurmuziy untuk Istri dan Anaknya, Inilah Isi Lengkap Surat Rommy, Beredar di Media Sosial

Dalam wawancaranya, Mahfud MD mengatakan bahwa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak berdaya dalam penentuan jabatan-jabatan.

"Ini juga sudah saya sampaikan ke pihak-pihak lain bahwa di kementerian agama itu nampaknya menteri agamanya juga kurang berdaya menghadapi orang ini, sehingga jabatan-jabatan itu diboikot. Menteri agamanya kurang berdaya untuk menentukan pejabat-pejabat itu," ujar Mahfud MD.

Baca: MOTOGP 2019 - Protes Resmi Suzuki soal Perangkat Motor Ducati Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci

Ungkapan tidak berdayanya Menteri Agama membuat Mahfud MD kembali menjelaskan kejanggalan-kejanggalan yang ia temukan.

Namun, Mahfud MD tidak mengiyakan tentang adanya jual beli jabatan, hanya kejanggalan dalam pembagian jabatan.

"Saya belum bicara jual beli jabatan ya, tetapi penentuan jabatan-jabatan banyak yang tidak wajar. Orang dipindah mendadak, orang yang layak menjabat itu ternyata tidak, yang menang pemilihan pun kalah, jadi tidak diangkat," jelas Mahfud MD.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved