PSMS Dapat Keringanan dari Komdis PSSI, Denda Dipotong 50 Persen

PSMS Medan mendapatkan potongan denda dari komisi disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

PSMS Dapat Keringanan dari Komdis PSSI, Denda Dipotong 50 Persen
TRIBUN MEDAN/ILHAM FAZRIR HARAHAP
Sekum PSMS, Julius Raja 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Klub PSMS Medan mendapatkan potongan denda dari komisi disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebesar 50 persen dari total yang seharusnya dibayar sekitar Rp 960 juta.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Julius Raja kepada Tribun Medan pascakepulangan menghadiri rapat dengan PSSI pusat belum lama ini.

"Rapat PSSI itu mengenai dapat keringanan hukuman sanksi komdis. Kan dari komdis PSSI kemarin kan menghukum PSMS dan beberapa klub termasuk Persebaya, Sriwijaya, Persib dan ada beberapa klub yang notabene sanksinya di atas Rp 1 miliar. Dicari jalan keluar karena beban kita juga berat, jadi kita dapat keringanan 50 persen ," ujarnya, Senin (18/3/2019).

Julius menjelaskan bahwa denda hingga hampir 1 miliar yang diterima oleh PSMS tersebut merupakan akumulasi Terkait berbagai sanksi termasuk akibat denda pembakaran flare yang sempat dilakukan oleh suporter PSMS dalam beberapa pertandingan sebelumnya.

Namun Dari seluruh denda yang dikenakan, kata Julius, PSMS hanya mendapatkan potongan denda pembakaran flare dan juga atas keputusan komdis PSSI. Sedangkan untuk sanksi kartu merah dan kuning tidak.

"Sanksi tetap ada tapi dapat potongan lah. Hanya penyalaan flare sama dari keputusan komisi disiplin. Yang tidak dapat itu hanya dari kartu merah dan kartu kuning," terangnya.

Dengan mendapat potongan 50%, lanjut Julius maka PSMS pun menerima pengembalian uang potongan denda sekitar Rp 460 juta.

"Kemarin oleh Plt ketua umum pak Joko Driyono memberikan keringanan bagi kita setelah PSMS menyurati. Jadi kita kena sanksi dari Rp 960 juta, Hanya kena sanksi sekitar Rp 400 an juta," ucapnya.

Lebih lanjut kata pria yang akrab disapa king ini, pihak PSSI juga sampai saat ini masih memiliki tunggakan yang belum dibayarkan pada pihak manajemen PSMS. Tunggakan tersebut merupakan pembiayaan dari penyelenggaraan liga 1 elite pro academy U-16 yang digelar tahun 2018 lalu.

"Itu yang waktu Elite pro academy masih ada tunggakannya sekitar Rp 1,8 miliar," ucapnya.

Tunggakan tersebut, kata Julius, meski belum akan dibayarkan dalam waktu dekat, namun nantinya akan dibayarkan. Sebab tunggakan tersebut merupakan kewajiban kepada pihak PSMS yang sudah mengerjakan seluruh kegiatan liga 1 elite pro academy U-16 pada tahun 2018.

"Akan dibayarkan lah karena kita kan sudah ikut kerjakan semua. Kita sudah bikin usia 16, usia 19 yang kemarin kita tanding kan sudah selesai. Tetap tertunda, tapi kewajibannya harus dibayar orang itu, namanya juga kewajiban. Karena kita sudah keluarkan pembinaan, dana semua untuk pertandingan u16 sama u19 kemarin itu," katanya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved