Tak Ada Sperma dan Bukti Pemerkosaan, Tersangka Ungkap Perbuatannya Terhadap Bidan YL

Masih ingat dengan peristiwa salah tangkap dengan korban seorang warga bernama Harismail?

Tak Ada Sperma dan Bukti Pemerkosaan, Tersangka Ungkap Perbuatannya Terhadap Bidan YL
Sriwijaya Post
Pelaku pencurian dan penganiayan bidan YL. (Kanan) Korban salah tangkap, Harismail. 

TRIBUN-MEDAN.com - Masih ingat dengan peristiwa salah tangkap dengan korban seorang warga bernama Harismail?

Harismail alias Ujang (25), pria yang bekerja sebagai buruh batu di Palembang, diduga menjadi korban salah tangkap oleh sejumlah oknum polisi.

Harismail mengaku dipaksa masuk ke dalam mobil oleh para pelaku. Setelah itu, kedua tangannya diikat dan wajahnya ditutup.

Haris dipaksa untuk mengaku telah merampok dan memperkosa seorang bidan berinisial YL di Ogan Ilir.

Pelaku pemerkosaan terhadap bidan YL (27) akhirnya ditangkap oleh jajaran Unit 1 Subdit III Jatantas Ditreskrimum Polda Sumsel.

Baca: Rocky Gerung Mengaku Terkejut dengan Penampilan Maruf Amin saat Debat Cawapres 2019

Baca: BEGINI Reaksi Rocky Gerung saat Kehadirannya Jadi Pembicara Seminar Ditolak di Tuban Jawa Timur

Dari pengakuan pelaku, Rohan (29),  dalam menjalankan aksinya, pelaku mencoba masuk ke tempat tinggal bidan melalui pintu jendela yang dirinya congkel.

Kemudian saya mencari kain dan langsung membekap wajah korban," ujar warga Jalan Simpang Pelabuhan Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (18/3/2019).
Pelaku pemerkosaan bidan YL, Rohan (27) diamankan Polda Sumsel, Senin (18/3).
Pelaku pemerkosaan bidan YL, Rohan (27) diamankan Polda Sumsel, Senin (18/3). (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

Saat membekap korbannya tersebut, YL berontak memberikan perlawanan.

Rohan yang kesal langsung memukul wajah korban sebanyak dua kali hingga korbannya pingsan.

Mendapati korbannya pingsan, Rohan langsung melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadap bidan YL.

"Tidak saya perkosa karena anak menangis terus. Saya hanya mengambil handpone Nokia dan uang sebesar Rp 400 ribu rupiah di dalam lemarinya."

"HP-nya saya jual seharga seratus ribu. Sebenarnya tidak ada niat buat mencuri hanya sepontan saja pak," ujar buruh pembuat lemari di Sungai Buaya tersebut.

Saat berusaha ditangkap korban sempat berusaha menghindar dan berlari dari kejaran petugas.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved