10 Tahun jadi Henna Artist, Jayanti Kumpulkan Pundi Pundi Rupiah

Jayanti terbilang pemain lama dalam bisnis ini. Tahun ini memasuki tahun ke sepuluhnya berkecimpung dan menjadi henna artist.

10 Tahun jadi Henna Artist, Jayanti Kumpulkan Pundi Pundi Rupiah
TRIBUN MEDAN/HO
Jayanti Mandasari saat melukis henna di tangan kliennya. 

Ia mengatakan, dua tahun belakangan ini profesi sebagai henna artist makin diminati orang. "Banyak yang beranggapan duduk duduk saja, lukis, dapat duit. Jadi banyak juga yang tertarik untuk belajar melukis henna. Saya juga membuka kursus bagi yang ingin belajar dengan nama Jayanti Mahendi Academy (JMA)," ujarnya

Saat ini, ia membandrol harga Rp 400 ribu untuk motif standard. Sedangkan untuk belajar di kelas JMA dikenakan biaya Rp 2.500.000 sudah termasuk biaya kursus tujuh kali pertemuan, modul, dan starter kit.

"Insya Allah dari tujuh kali pertemuan sudah mahir dan sudah bisa menerima orderan. Rata-rata murid saya begitu dan sudah membuat brand sendiri. Saya rasa modal Rp 2.500.000 itu sudah balik modal dalam waktu satu bulan," ujarnya.

Menurutnya ada dua jenis henna, yakni natural dan instan. Henna natural terbuat dari bubuk daun inai dengan campuran minyak, air jeruk nipis, gula dan sebagainya. Sedangkan henna instan sudah dicampur pewarna kosmetik.

"Kebanyakan memakai henna instan karena henna jenis ini pilihan warnanya banyak, ada merah cerah, merah marron, hijau, orange, dan banyak lagi. Klien juga lebih suka henna instan karena warnanya langsung tampak dan pekat. Sedangkan henna natural hanya warna merah kecoklatan dan untuk medapatkan warnanya harus menunggu beroksidasi selama 24 jam di tangan kita dan hasilnya tidak pekat," tambahnya.

Jayanti mengatakan warna dari henna natural dan instan bisa bertahan satu minggu. "Itu kalau henna merah. Kalau henna putih hanya bertahan dua hari karena henna putih terbuat dari cat body painting bercampur lem jadi sifatnya menempel. Jadi cepat rusak kalau bersenggolan atau digaruk. Tapi kalau kena air dia tahan," tambahnya.

Untuk melukis henna merah standart pengantin, Jayanti memakan waktu sekitar dua jam dan henna putih lebih lama. Untuk melukis henna merah yang diperlukan hanya henna merah saja. "Sedangkan melukis henna putih memerlukan henna putih, setelah tangan dilukis dengan henna putih lalu disapukan lem, setelah itu ditempelkan batu swarovski, lalu diusapkan gliter," ujarnya.

Dalam membangun bisnis ini menurutnya tidak membutuhkan banyak biaya. Hal ini karena bahan-bahan untuk membuat henna ini cukup terjangkau. "Kalau dipanggil ke luar daerah juga mereka akan menanggung biaya transportasi dan penginapan," katanya

10 tahun menjalankan bisnis ini, Jayanti memiliki banyak pengalaman manis maupun pahit. Ia pernah harus menunggu klien hingga larut malam dan juga pernah mendapat perlakuan tidak mengenakkan seperti diminta pulang oleh orang tua kliennya yang tidak setuju dengan pemasangan henna.

"Kalau suka nya saya happy mengerjakannya kemanapun jarak yang ditempuh saya senang. Saya juga bisa bertemu dengan banyak karakter orang dan kalau bertemu dengan keluarga yang menghargai seni kadang juga dikasih tip," katanya.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved